Nurdin Halid Saat Memberikan Sambutan, (Foto: Ahmad Husen).

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) menghelat wisuda periode 8 Februari 2022 kegiatan ini dilaksanakan secara blanded, (luring dan daring).

Salah satu ketua ikatan dan alumni UNM, Nurdin Halid ikut hadir dalam memberikan pidato terkait Presiden indonesia saat ini dan menceritakan sifat bangsa di dunia yang berkaitan dengan pekerjaan.

“Tentang sifat-sifat bangsa di dunia kaitannya dengan pekerjaan yang disampaikan kepada sahabatnya,” ungkap gusdur.

Gusdur mengatakan sahabatnya ada empat sifat-sifat bangsa di dunia yaitu:

  1. Ada sifat bangsa di dunia yang kurang bicara dan kurang kerja mungkin bangsa nigeria dan angola
  2. Sifat bangsa di dunia yang kurang bicara tapi banyak bekerja mungkin bangsa itu adalah Korea dan Jepang
  3. Sifat bangsa di dunia yang banyak bicara dan banyak kerja mungkin yang di maksud gusdur adalah bangsa Amerika dan China
  4. Sifat bangsa yang kurang bicara dan kurang kerja yaitu pakistan dan india kata gusdur

Sahabatnya bertanya indonesia masuk dimana gusdur? Kata gusdur indonesia tidak termasuk dalam bangsa-bangsa tersebut? Lah kenapa gus? Karena bansa indonesia lain di bicarakan lain di kerjakan.

Kata Gusdur ini ada benarnya, didalam konstitusi kita, kitalah negara pancasila tapi dalam praktiknya negara kita sekarang ini sudah mengarah kepada kapitalis.

Konstitusi kita mengatakan ekonomi kita adalah ekonomi pancasila tapi saat ini yang kita kerjakan bangsa ini sudah masuk kepada pasar bebas yaitu menuju kepasar negara kapitalis mungkin itu yang di maksud Gusdur.

Negara kita sangat kaya raya, kaya sumber daya alam, kaya budaya, sehingga sejak abad-abad yang lalu sejak zaman hindu, budha, islam, hingga bangsa-bangsa eropa tergiur untuk datang dan ingin menikmati kekayaan bangsa nusantara ini.

Hingga saat ini banyak bangsa aang iri melihat bangsa kekayaan kita bahkan salah satu riset interesna menyebut negara-negara maju ingin agar indonesia tetap miskin dan tetap berutang-utang kepada negara maju, terutama AMF dan Bank dunia agar bisa di atur dan bisa di dikte hasil riset itu terbukti kebenarannya.

Ironisnya dalam alam kemerdekaan masalah kemiskinan, kesenjangan, kebodohan, gizi rendah tak kunjung selesai, kita gagal dalam mengelola kekayaan bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Bangsa ini sesungguhnya menyadari dan berusaha keras mengatasinya namun, belum berhasil hingga presiden kita saat ini, namun demikian, Presiden Joko Widodo termasuk yang berani melawan arus dan mematuhi amanat pasal 33 undang-undang dasar 1945 terkait ayat 3 pasal 33, Presiden mengakhiri dominasi kemakmuran selama 40 tahun lebih menguasai tambang emas Freeport dan mendominasi perusahaan jepang selama 50 tahun atas pengelolaan minyak blok mahakam. (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah