Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Prof Nizam. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Pelaksana Tugas Dirjen Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Nizam menegaskan untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak ada jalur belakang atau jalur orang dalam, pada keterangannya yang dilansir oleh Antara, Kamis, (03/2).

Nizam menjelaskan bahwa persaingan masuk PTN cukup ketat, rasio pelamar dan ketersediaan bangku di PTN selalu meningkat, terutama untuk program studi favorit.

“Jika ada isu jalur belakang, itu bohong. Selama adik-adik sukses mengukir prestasi, insya Allah akan bisa diterima di PTN,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nizam menjelaskan, untuk bisa masuk ke PTN, ada tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.

“SNMPTN merupakan seleksi berdasarkan nilai rapor dan prestasi lainnya, SBMPTN berdasarkan nilai UTBK dan jalur mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing PTN,” jelas Dirjen Kemdikbud Ristek.

Nizam juga memaparkan bahwa SNMPTN memiliki kuota minimum 20 persen, sementara SBMPTN memiliki kuota minimum 40 persen dan jalur mandiri dengan kuota maksimum 30 persen.

Untuk bisa lolos seleksi masuk PTN, menurut Nizam, hal yang paling penting adalah menyiapkan diri dengan baik.

“Kalau bersungguh-sungguh mempelajari apa yang diajarkan di sekolah, maka dapat menjadi bekal dalam mengikuti berbagai jalur seleksi,” tuturnya. (*)

*Reporter: Aliefiah Maghfirah Rahman