WR III UNM, Sukardi Weda saat memberikan materi dalam seminar parenting SIT HIRAITH Foundation. Foto: Ist.
WR III UNM, Sukardi Weda saat memberikan materi dalam seminar parenting SIT HIRAITH Foundation. Foto: Ist.

PROFESI-UNM.COM – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (WR III UNM), Sukardi Weda menjadi pembicara pada Seminar Parenting bertajuk “Kiat Sukses Mendidik Generasi Anak Islam yang Berakhlak dan Berprestasi,” di Gedung Dinas Pendidikan Kota Palopo, Sabtu (15/1)

Seminar Parenting yang digelar oleh SIT HARITH Foundation dilaksanakan secara luring dengan tetap mengikuti protokol kesehatan diikuti sekitar 80 orang.

Dalam pemaparannya, Sukardi Weda mengawalinya dengan memberikan pertanyaan kepada peserta tentang Mengapa Perlu Mendidik Anak?. Ia kemudian memberikan kesempatan kepada 5 orang peserta untuk menyampaikan alasan mereka tentang pentingnya mendidik anak.

Sukardi Weda kemudian menambahkan bahwa ada beberapa alasan penting yang menjadi rasional, salah satunya untuk menggapai masa depan gemilang.

“Masa depan anak diukir ketika mereka masih anak-anak/pra remaja/remaja, untuk menjadikan anak sebagai insan mandiri, memiliki ilmu pengetahuan dan perilaku yang baik (Kognitif, psikomotorik, dan afektif), menjadi tabungan amal jariah bagi orang tua, menjadikan anak calon pemimpin bangsa ini yang bertalenta, berkarakter, unggul, dan kompetitif, menjadikan anak sebagai pribadi yang peduli (care) terhadap orang – orang yang ada disekitarnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia juga menguraikan secara detail tentang jenis – jenis pola asuh, seperti: Pengasuhan Demokratis, Pengasuhan Permisif, Pengasuhan Otoriter, dan Pengasuhan Pengabaian.

“Ada beberapa jenis pola asuh, yakni demokrasi, permisif, otoriter, dan pengabaian,” katanya.

Sukardi Weda juga menambahkan bahwa secara Sosiologis ada 6 agen sosialisasi bagi anak, dan perlu dimaksimalkan perannya, untuk menghasilkan generasi muda unggul, yaitu: orang tua atau keluarga inti di rumah, guru di sekolah, teman sebaya atau teman bermain anak (peer group), lingkungan, dan media. (*)

*Reporter: Fikri Rahmat Utama