PROFESI-UNM.COM – Muhammad Faisal Juanda, wisudawan terbaik Universitas Negeri Makassar (UNM) Tahun Akademik 2021/2022 Periode Januari 2022, program Magister Pascasarjana, dari Jurusan Pendidikan Geografi. Dengan masa studi hanya dua tahun satu bulan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sempurna yaitu 4.00 pada Rabu, (12/1).

Muhammad Faisal Juanda Wisudawan terbaik Pascasarjana yang berasal dari Kabupaten Majene, dengan IPK yang begitu sempurna dan dengan waktu yang cukup singkat mampu Ia jalani dengan baik hingga akhirnya keluar menjadi lulusan terbaik.

Muhammad Faisal Juanda mengungkapkan untuk mendapatkan IPK yang sempurna itu tidak lepas dari rezeki yang Allah kasih, Ia juga mengatakan bahwa untuk dapat IPK yang tinggi harus menghargai dan menghormati dosen, mengerjakan apa yang Ia suruh agar kita dapat umpan balik yang baik dari dosen.

“Tentunya pasti karena Allah SWT, juga orang tua yang selalu mensupport saya, serta dosen-dosen pengajar kita harus respect, kita ikuti apa yang dosen mau, jadi mereka juga berikan kita feedback yang bagus, dan nilai yang bagus juga,” katanya.

Lanjut, Mahasiswa Pendidikan Geografi ini mengatakan hal yang berat Ia lakukan selama menempuh pendidikan magister ini penelitian dan tahap-tahap ujiannya untuk lulus.

“Hal yang paling berat selama saya kuliah yaitu penelitian, apalagi proses ujian untuk lulus S2 ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ia merasa sangat bersyukur karena telah menjadi lulusan terbaik program Pascasarjana dengan IPK yang sangat sempurna.

“Tentunya bersyukur bercampur dengan rasa bahagia, karena tidak semua orang bisa seperti ini, saya juga jadikan motivasi untuk selalu bisa bahagiakan orang tua,” jelasnya.

Terakhir, Muhammad Faisal Juanda memberikan sedikit tips agar bisa lulus dengan nilai yang memuaskan, yang paling utama itu harus selalu berdoa dan bersyukur atas apa yang telah didapatkan, tekun dalam mengerjakan tugas, serta mengerjakan semua apa yang diberikan oleh Dosen.

“Harus tekun, kerjakan semua apa yang ditugaskan oleh Dosen, dan yang paling penting harus tetap berdoa dan bersyukur,” ungkapnya. (*)

*Reporter: Aliefiah Maghfirah Rahman