WR IV UNM bersama Tim SDGs UNHAS saat melakukan dialog dan inisiasi kerjasama di Gedung Pinisi Lt. 8 UNM. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam, yang didampingi oleh Wakil Rektor IV bidang perencanaan dan kerjasama, Ichsan baru-baru ini menginisiasi pembentukan UNM SDGs Centre sebagai bagian dari bentuk komitmen dan tanggung jawab UNM untuk ikut berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang juga merupakan program strategis nasional pemerintah.

SDGs Centre dibentuk berdasarkan SK Rektor UNM No. 4718/UN36/HK/2021 dengan Rektor UNM sebagai penanggung jawab dibantu seluruh wakil rektor sebagai tim pengarah dan direktur serta beberapa wakil direktur (bidang riset dan pengembangan, bidang pengabdian masyarakat, dan bidang kerjasama) sebagai pelaksana harian.

Ichsan mengatakan, untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) dengan sebaik-baiknya, Indonesia mengedepankan prinsip pelaksanaan dengan inklusivitas, yakni melibatkan baik unsur pemerintah maupun non pemerintah seperti pelaku usaha, filantropi, organisasi masyarakat, juga akademisi dan perguruan tinggi agar semakin banyak masyarakat yang terlibat.

Dengan demikian, Perguruan tinggi merupakan leading actor dalam kesuksesan pencapaian SDGs di Indonesia, karena memiliki tugas untuk mengedukasi future leaders dan juga para pelaku SDGs lainnya, seperti LSM dan institusi pembangunan, melalui transfer knowledge, riset dan inovasi.

Selain itu, peran aktif dari perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi katalis sekaligus pendorong keterlibatan aktor-aktor non-pemerintahan lainnya dalam mendukung implementasi SDGs di Indonesia.

“Pembentukan SDGs Centre Sebagai bentuk kesadaran bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan pencapaian SDGs, lebih lanjut akan terbentuk sinergi antara pemerintah pusat/daerah dan semua elemen non-pemerintahan yang dapat mempercepat dan mempermudah pencapaian SDGs di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut program Jejaring akademik SDGs di Indonesia, telah terbentuk dengan melibatkan banyak perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga penting mengikuti jejaring akademik SDGs itu sebagai program sinergi dan akselerasi UNM dalam mencapai IKU (Indikator Kinerja Utama) dan Reputasi Internasional dengan jejaring SDGs yang merupakan program Internasional.

Pendirian UNM SDGs Center ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap indicator QS WUR (World University Rankings) dan QS AUR (Asia University Rangkings).

Rektor UNM, Husain Syam, mengatakan Pembentukan UNM SDGs Centre harus dikawal dan dipastikan akan memberikan dampak positif secara signifikan baik secara nasional maupun internasional.

Pendirian SDGs Center UNM akan banyak melibatkan para pemikir dan pakar dari berbagai jurusan dan disiplin ilmu (multi dan inter disiplin) yang ada di UNM, sehingga akan berdampak positif pada academic reputation, dan employer reputation, serta memberikan peluang terhadap inbound dan outbound exchange di dalam dan luar negeri.

Potensi dan peran Perguruan Tinggi dalam hal ini UNM harus terlibat secara aktif sebagai bagian dari jejaring Akademik SDGs di Indonesia yang akan memberikan manfaat komprehensif dan solusi berkelanjutan sesuai dengan target SDGs pungkasnya.

Dalam hal ini WR IV UNM bersama Tim SDGs UNHAS melakukan dialog dan inisiasi kerjasama di Gedung Pinisi lantai 8 UNM. (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah