Dialog Aksi Aliansi Mahasiswa Berakhir Buntu

0
33
Massa Aksi Aliansi Mahasiswa UNM di depan Menara Pinisi, Senin (10/1). (Foto: Ahmad Husen).
Massa Aksi Aliansi Mahasiswa UNM di depan Menara Pinisi, Senin (10/1). (Foto: Ahmad Husen).

PROFESI-UNM.COM – Dialog antara petinggi Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan Aliansi Mahasiswa nampaknya tidak menemui titik terang secara signifikan. Dialog ini berlangsung di pelataran Menara Pinisi UNM, Senin (10/1).

Dialog berujung debat kusir lantaran para petinggi tidak memberikan solusi secara signifikan, justru hanya mendebat tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan mengatakan tidak bisa memenuhi tuntutan mahasiswa lantaran berbagai keterbatasan yang dimiliki.

Tuntutan mengenai transparansi unit cost tidak bisa dipenuhi sebab Karta Jayadi mengklaim transparansi bukan sebuah hal yang layak diketahui mahasiswa begitu saja, pihak inspektorat yang pantas diberikan transparansi secara profesional. Justru, jika transparansi tersebut ditunjukkan untuk umum, petinggi UNM bisa kena masalah.

“Ada inspektorat yang lebih profesional untuk diberikan transparansi, jadi kita tidak boleh sembarangan,” kata WR 2 itu.

Mengenai Surat Keputusan (SK) rektor tentang mekanisme peninjauan UKT yang tidak dikeluarkan sebelum kalender akademik, WR 2 menegaskan hal tersebut sudah ditinjau dan segera dikeluarkan.

“Iya, tunggu tiga hari dari sekarang kita keluarkan SK, sudah dibahas itu. Tunggu,” ujarnya.

Karta Jayadi pun menanggapi tuntutan keempat yang berisi revisi Biaya Kuliah Tunggal (BKT) sesuai metode pembelajaran. Menurutnya, tidak ada yang perlu direvisi karena BKT diatur oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriktek). Jumlah Pengeluaran selama pandemi sama saja, dan ada yang dialihkan untuk penangangan Covid-19.

WR 1 menegaskan UNM belum bisa mengeluarkan SK tentang metode perkuliahan semester genap karena menunggu instruksi dari kementerian.

“Kita tidak bisa langsung keluarkan SK tentang metode pembelajaran karena kita tunggu keputusan kemendikbud, mengingat omicron ini juga muncul. Jadi berdoa saja karena saya juga tidak suka kondisi seperti ini,” jelasnya.(*)

*Reporter : Andi Nurul Izzah Ilham

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini