PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi. Ada beberapa tuntutan dalam aksi kali ini, salah satunya mengenai kejelasan metode kuliah semester genap dan transparansi unit cost. Aksi digelar di depan menara Pinisi UNM, Senin (10/01).

Aksi diramaikan dengan nyanyian “Rektor-rektor, rektornya mana, rektornya hilang bawa UKT”. Nyanyian tersebut digaungkan lantaran rektor tak kunjung hadir untuk memberi tanggapan. Suasana aksi juga makin memanas dengan pembakaran ban yang dilakukan oleh massa aksi.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Ilham menyebut dalam orasinya bahwa status UNM sebagai kampus Badan Layanan Umum (BLU) seharusnya mengedepankan transparansi dan kejelasan dalam membentuk kebijakan terkait hak mahasiswa utamanya persoalan UKT.

“UNM tidak beres dalam menyandang status BLU, utamanya dalam mengakomodir hak-hak mahasiswa. Kasian teman-teman kita yang kebingungan mengenai persoalan UKT,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan sebelum kalender akademik semester genap diterbitkan seharusnya SK rektor mengenai metode perkuliahan dan mekanisme peninjauan UKT harus ada terlebih dahulu.

Selain itu, Ilham menjelaskan kondisi pembelajaran secara online harusnya membuat biaya perkuliahan dipangkas karena ada hal yang tidak dipergunakan oleh mahasiswa.

“Pembayaran UKT sudah berlangsung, tapi kejelasan metode pembelajaran dan mekanisme peninjauan UKT tidak ada,” katanya.

Adapun isu tuntutan dalam aksi kali ini diantaranya:

1. Transparansi unit cost.

2. Terbitkan SK rektor tentang metode perkuliahan semester genap.

3. Terbitkan SK rektor tentang mekanisme peninjauan UKT semester genap.

4. Revisi Biaya Kuliah Tunggal (BKT) sesuai metode pembelajaran.

5. Libatkan Lembaga Kemahasiswaan (LK) dalam verifikasi berkas. (*)

*Reporter : Andi Nurul Izzah Ilham