PROFESI-UNM.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) berjanji akan memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan syarat meraka tidak boleh berkegiatan malam di kampus.

Bagi UKM sarana dan prasana menjadi hal penting dalam melaksanakan tugas kelembagaan. Namun, melakukan kegiatan malam sudah menjadi rutinitas mahasiswa, dikarenakan pada siang hari mereka sibuk dengan tugas akademiknya masing-masing. Hal ini membawa rasa dilematis bagi mahasiswa.

Rektor, Husain Syam mengatakan akan memberikan bantuan pada mahasiswa dengan syarat tidak boleh ada kegiatan di kampus pada malam hari.

“Kalau begitu kita buat perjanjian, saya memberikan kalian fasilitas. Tapi kalian tidak boleh berkegiatan di malam hari,” ujar Rektor, Husain Syam.

Ketua Umum UKM Sintalaras UNM, Syamsul Anwar mengatakan mengenai kebijakan ini mahasiswa LK sangat setuju, tapi tidak setuju dengan syarat yang diberikan.

“Kalau saya setuju sama keputusannya, tapi kalau tidak boleh berkegiatan malam saya tidak setuju,” ujarnya.

Mengenai syarat dilarang berkegiatan malam tentu sangat memberatkan mahasiswa, dikarenakan hanya pada malam hari pengurus LK bisa fokus dengan tugas di lembaga.

“Siang hari kan kita kuliah, kerja tugas. Hanya pada malam hari kita bisa berkegiatan di sekret, untuk fokus kerja tugas kelembagaan,” tutur mahasiswa FIK ini.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama WR IV, Ichsan Ali turut membenarkan pertanyaan rektor mengenai prasarana yang dijanjikan.

“Rektor memang bilang kalau mau prasarana, beliau siap memperlangkapi. Tapi tidak boleh ada kegiatan malam. Itu syarat yang diberikan,” katanya.

Hingga saat ini WR IV masih menunggu keputusan dari UKM mengenai syarat yang diberikan. Jika LK bersedia maka fasilitas tersebut akan diberikan.

“Sampai sekarang saya masih tunggu dari mereka, jika menyetujui syarat dari rektor baru fasilitas itu akan dikasih. Silakan ananda mengusulkan dengan ketentuan, kalau sudah ada yang bersedia silakan temui saya,” ujarnya pada reporter LPM Profesi. (abu) (*)

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Edisi 253