Gadis Kembar Ciptakan Alat Tanggap Bencana

0
33
Mahasiswa PTIK FT-UNM Ciptakan Smart Rescue Box. (Foto:Dok Profesi).
Mahasiswa PTIK FT-UNM Ciptakan Smart Rescue Box. (Foto:Dok Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Indonesia masih menghadapi risiko bencana yang mungkin bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satunya gempa bumi tsunami, banjir gunung meletus dan bencana-bencana lainnya. Hal itulah yang mendorong beberapa mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk menciptakan sebuah inovasi Smart Rescue Box Terintegrasi dengan Sistem Informasi sebagai Solusi Tanggap Darurat Bencana.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim PKM ini adalah Dewi Sri Mulyana Supriadi selaku ketua tim, Dewi Sri Mulyani Supriadi dan Nur Indra Pratiwi selaku anggota tim, dibimbing oleh Jumadi M. Parenreng selaku dosen FT UNM.

Dewi Sri Mulyana mengatakan letak geografis Indonesia yang berada pada kawasan Lingkaran Api Pasifik menyebabkan wilayah Indonesia rawan terjadi bencana.

“Indonesia masih menghadapi risiko bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan lainnya. Hal itu tidak dapat dipungkiri karena letak geografis Indonesia berada pada kawasan Pasific Ring of Fire,” ujar ketua tim tersebut.

Lebih lanjut, Anna (sapaannya) juga mengatakan beberapa peristiwa bencana alam dapat berdampak pada kerusakan beberapa infrastuktur. Hal itu mengakibatkan lambatnya proses tanggap darurat bencana.

“Dalam beberapa persitiwa bencana alam, infrastruktur jaringan telekomunikasi, dan sumber listrik mengalami gangguan ataupun kerusakan. Hal ini tentunya berdampak pada penyebaran informasi bencana atau proses tanggap darurat bencana,” katanya.

Gangguan pada infrastruktur akibat bencana dapat menyulitkan koordinasi. Sulitnya komunikasi menimbulkan dampak penumpukan bantuan di titik tertentu dan distribusi bantuan menjadi tidak merata.

“Kurangnya koordinasi yang baik akan menimbulkan dampak pada aktivitas distribusi bantuan kepada korban bencana alam, seperti kurang meratanya bantuan yang diberikan pada setiap posko, penumpukan bantuan di titik tertentu namun terjadi kekurangan bantuan di titik lain,” ujarnya.

Salah seorang anggota tim, Dewi Sri Mulyani menjelaskan Smart Rescue Box dibuat dengan bentuk kubus berbahan tripleks dengan tebal 1,2 cm dan 1,5 cm dan memiliki dimensi 80 cm di setiap sisinya. Jika dibuka, Smart Rescue Box dapat membentuk sebuah meja yang dapat digunakan admin sistem ataupun pengungsi. Di dalam box juga terdapat beberapa laci tempat kebutuhan darurat pengungsi seperti obat-obatan, tenda, selimut, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

“Smart Rescue Box didesain berbentuk kubus yang jika dibuka dapat membentuk sebuah meja yang dapat digunakan oleh admin sistem informasi tanggap darurat bencana atau pengungsi untuk menggunakan laptop,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mulyani juga membeberkan Smart Rescue Box dilengkapi dengan solar tracker sebagai sumber listrik darurat dengan memanfaatkan panel surya untuk menangkap energi dari cahaya matahari. Panel surya yang digunakan berkapasitas 20 watt peak dengan daya maksimal yang  dapat dihasilkan dalam sehari jika kondisi cerah adalah 90 watt.

“Dalam box, tersedia pula solar tracker sebagai sumber listrik darurat pengungsi. Solar tracker dua arah berbasis Arduino UNO dengan data RTC (Real-Time Clock) yang telah disetting mulai pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore sehingga panel dapat mengikuti pergerakan matahari,” bebernya.

Sistem informasi Smart Rescue Box terdiri dari beberapa fitur antara lain fitur Smart Rescue Box digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai alat Smart Rescue Box, fitur request untuk meminta bantuan logistik dan peralatan yang dibutuhkan di lokasi bencana, fitur report yang dapat diakses oleh masyarakat secara umum untuk melaporkan kejadian terkini pada lokasi bencana berupa update foto maupun video, fitur donasi digunakan untuk masyarakat yang ingin menjadi donatur, dan fitur relawan yang ditujukan bagi relawan yang ingin terlibat langsung secara fisik dalam membantu korban bencana. Selain itu, ada juga fitur manajemen logistik yang digunakan untuk mengelola logistik. Sistem informasi Smart Rescue Box dapat diakses dengan mengetikkan alamat web sisteminformasisrb.online.

“Pada sistem info rmasi dapat mengkalkulasi kebutuhan logistik dan relawan di setiap bencana guna meratanya penyaluran bantuan dan memudahkan calon donatur dan relawan untuk memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan pengungsi. Dilengkapi pula dengan berita-berita yang update dan menu edukasi bencana yang dapat mengedukasi masyarakat perihal kebencanaan yang dapat dengan mudah diakses.,” ungkapnya. (Pr1) (*)

*Berita ini telah terbit di Tabloid Edisi 253

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini