Mahasiswa KIP Masih Dibebankan Biaya Pratikum Jadi Evaluasi KIP-K 2021

0
34
Ilustrasi penerima KIP Kuliah. (Foto-Int)

PROFESI-UNM.COM – Temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan terdapat sejumlah catatan dari pelaksanaan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Diantaranya yaitu masih adanya pemenuhan biaya lain yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, seperti biaya praktikum. Data di lapangan, masih ada sekitar 13,1 persen dari penerima KIP kuliah masih harus memenuhi biaya lain untuk biaya pendidikan.

Hal ini disampaikan Direktur LSI Djayadi Hanan. Menurutnya secara umum program KIP Kuliah Merdeka Belajar dinilai positif dan mendapatkan apresiasi tinggi, baik dari kebermanfaatan maupun prosesnya. Namun demikian, menurutnya terdapat sejumlah catatan dari pelaksanaan program tersebut. Djayadi menjelaskan, masih ada sekitar 13,9 persen penerima KIP Kuliah yang mengalami kesulitan dalam transaksi pencairan biaya hidup, kebanyak terkait dengan layanan bank dan juga terkait proses verifikasi data diri.

“Persoalan sosialisasi dan transparansi mungkin bisa dicek kembali di mana yang bisa diperbaiki oleh Kemendikbudristek berdasarkan survei ini,” lanjutnya.

Survei ini dilakukan pada akhir November dan awal Desember 2021 ini melibatkan 267 penerima KIP Kuliah dan beberapa stakeholders terkait seperti pimpinan perguruan tinggi.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Kahar mengatakan pihaknya berencana untuk melakukan sosialisasi yang lebih masif terkait informasi program KIP Kuliah. Mulai dari pemanfaatan media sosial yang ada hingga media-media yang bisa dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.

“Insya Allah di tahun 2022 kami akan siapkan semua lini baik sosial media maupun dari berbagai informasi-informasi lainnya kami akan siapkan semua dan manual booknya kemudian di websitenya kami akan lengkapi semua sehingga aksesibilitas masyarakat kita semakin mudah,” terang Kahar.

“Dan kita akan coba melakukan itu supaya betul-betul untuk masyarakat kita di pelosok sana yang sulit dengan internet, dengan cara apa kita harus lakukan. Mungkin yang sifatnya video-video infografis yang bisa memberikan petunjuk lebih detail,” lanjut Kahar.

Dalam hal ini, Kahar juga akan melibatkan para penerima KIP Kuliah tahun sebelumnya untuk kembali ke sekolah dalam rangka menyebarluaskan informasi dan memotivasi adik-adiknya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. (*)

*Reporter: Trisakti Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini