Pelaksana Tugas Direktir Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Kemendikbud-ristek tegaskan pencairan dana program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) akan diteruskan di tahun 2022. Kemendikbud-ristek meminta mereka yang belum menerima pembayaran penuh tidak perlu khawatir.

Hal ini dijelaskan oleh Nizam, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Plt. Dirjen Diktiristek). Ia meminta mereka yang belum mendapatkan pembayaran penuh agar tidak perlu khawatir.

“”Bagi yang belum mendapatkan pembayaran sepenuhnya, tidak usah khawatir, karena pencairan kegiatan tahun 2021 masih akan diteruskan di tahun 2022 sampai semuanya selesai. Insyaallah tidak ada yang haknya tidak dipenuhi,” jelasnya.

Program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengeksplor dan mengembangkan diri di luar perguruan tinggi ini telah diikuti oleh sekitar 12.800 mahasiswa pada program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), 21.700 mahasiswa pada program kampus mengajar (KM), 8.200 mahasiswa pada Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), dan 950 mahasiswa pada Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA). Jumlah tersebut tercatat untuk program MBKM semester 1 tahun 2021.

Program yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mensyaratkan akuntabilitas informasi dari peserta. Namun, ditengah suksesnya program MBKM yang dilaksanakan tetap saja ada kendala yang dihadapi. Dimana pada Desember 2021, sekitar 1.100 mahasiswa MSIB, 1.000 mahasiswa KM, dan 780 mahasiswa PMM, 600 mentor MSIB, 450 dosen pembimbing lapangan KM, dan 180 pendamping PMM masih terkendala kelengkapan dokumen sehingga belum dapat dibayarkan haknya secara penuh.

“Kami mohon maaf atas berbagai kendala dan keterlambatan dalam pemenuhan hak mahasiswa dan mitra. Merupakan tanggung jawab kami bahwa semua pihak akan mendapatkan pembayaran yang menjadi haknya,” ungkap Nizam.

Lanjut, Ia menjelaskan program MBKM ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan kompetensi yang tidak diperoleh di dalam kampus. Mahasiswa diharapkan tetap semangat mencari pengalaman, ilmu baru, dan kompetensi untuk berjejaring.

“Saya berharap pengalaman berharga yang diperoleh dari program ini betul-betul menjadi bekal di masa depan,” tutupnya. (*)

*Reporter: Nur Qodriah Syafitri