Rancangan Kurikulum Baru 2022, Penjurusan Kelas di SMA Ditiadakan

0
203
Ilustrasi Kurikulum Prototype 2022.

PROFESI-UNM.COM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bakal menguji cobakan kurikulum baru 2022 mendatang. Kurikulum prototipe ini akan menghapus penjurusan bagi siswa pendidikan tingkat sekolah menengah atas atau SMA.

Dalam kurikulum baru tersebut, tidak akan ada lagi peminatan jurusan baik itu ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), ataupun Bahasa. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo bahwa tiap siswa dapat mengatur sendiri kombinasi mata pelajaran yang diinginkan. Misalnya siswa yang memiliki minat di bidang mesin, konstruksi, atau menjadi insinyur, maka siswa itu dapat mengambil mata pelajaran matematika lanjutan dan fisika tanpa mengambil mata pelajaran biologi.

“Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya,” kata Anindito dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (23/12).

Anindito menjelaskan, dalam mekanisme kurikulum prototipe baru tiap siswa akan memiliki ruang untuk pengembangan karakter serta melatih kompetensi yang lebih. Kurikulum prototipe ini juga mewajibkan siswa untuk mengambil 18 jam pelajaran wajib dan 20 jam pelajaran pilihan per minggu. Diantara mata pelajaran wajib yang dimaksud adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Musik, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan Sejarah.

“Dia juga bisa mengkombinasikan itu dengan mata pelajaran IPS, atau bahasa, dan kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karirnya,” ujar Anindito.

Hinggat saat ini, kurikulum prototipe sudah diterapkan di 2.500 sekolah melalui program Sekolah Penggerak. Meskipun dirancang untuk 2022, kurikulum ini bersifat opsional dimana pihak sekolah yang tetap akan menentukan akan menggunakan kurikulum prototipe tersebut atau tetap menjalankan kurikulum 2013 yang masih diterapkan sampai saat ini.

“Makanya tidak disebut Kurikulum 2022, karena sifatnya opsional,” ucapnya. (*)

*Reporter: Mujahidah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini