Lima Teknik Opening dan Closing Untuk Penyiar

0
165
Ilustrasi teknik opening dan closing dalam penyiaran. (Foto-Int.)

PROFESI-UNM.COM – Seorang penyiar yang mampu memberikan kesan yang istimewa bagi audience-nya adalah dia yang mampu memulai siarannya dengan kesan yang menarik, untuk melewati beberapa jam kebersamaan dengan para audience-nya secara mengesankan. Kemudian menutup acara dengan sangat berkesan pula.

Intinya, sebuah interaksi antara penyiar dan audiencenya akan dinyatakan berhasil, jika audience menantikan perjumpaan-perjumpaan dan interaksi-interaksi selanjutnya dengan sang penyiar. Untuk itu, seorang penyiar harus mampu meninggalkan kesan bagi audience-nya yang akan membuat dirinya diingat dan dinantikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan opening atau closing saat siaran:

  1. Station Identity (Call sign, Nama Radio, Tag Line, Frekuensi, Lokasi)
    Opening adalah kesempatan untuk mengenalkan dan mempromosikan stasiun radio, terutama bagi audience yang mungkin saja baru pertama kali mendengarkan radio tersebut. Sedangkan di saat Closing, penyiar perlu kembali mengingatkan audience tentang radio yang sedang didengarnya dan memastikan bahwa mereka mendapatkan kesan yang menyenangkan dari kebersamaan dengan sang penyiar untuk kemudian kembali menyimak program siaran tersebut di waktu yang akan datang.
  2. Nama Acara/Program Apa nama acara yang berlangsung, bagaimana konsepnya, dan bagaimana model interaksi dengan audiensnya? Hal ini perlu disampaikan saat Opening maupun Closing siaran. Apakah acara yang akan berlangsung adalah sebuah program request show, dimana audience bisa memilihkan lagu-lagu favorit mereka, atau acara talkshow yang memberikan kesempatan bagi audience untuk bertanya dan berbagi seputar topik yang dibahas?
  3. Nomor Telepon, SMS, atau media interaksi lainnya
    Setelah audience diinformasikan bahwa mereka bisa turut berinteraksi dengan mengirimkan SMS atau memberikan komentar melalui situs jejaring sosial, maka penyiar perlu memberikan nomor SMS, nama situs jejaring sosial, website, atau media interaksi lainnya jika ada.
  4. Nama Penyiar/Host Seperti pepatah yang mengatakan “Tak Kenal Maka Mari Kita Kenalan”, tentu saja audience perlu mengetahui dengan siapa mereka berinteraksi. Dan tentunya seorang penyiar juga ingin dirinya dikenal oleh audience.
  5. Greeting (Sapaan)
    Satu hal yang tak kalah penting dibandingkan halhal penting lainnya, adalah sapaan pernyiar ter. hadap audience. Buatlah audience benar-benar merasa ditemani oleh seorang sahabat yang akrab sejak pertama kali acara dimulai (Opening) sampai ke penghujung acara (Closing). Penyiar bisa membicarakan seputar kondisi hari itu, menanyakan kabar, atau mengingatkan akan sesuatu yang perlu dilakukan seperti mengingatkan untuk sarapan bila program siaran berlangsung di pagi hari.

Tulisan ini dikutip dari buku “Berkarier di Dunia Broadcast Televisi dan Radio” oleh Indah Rahmawati & Dodoy Rusnandi” halaman 169-172. Diterbitkan oleh Laskar Aksara, tahun 2011. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini