40 mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka dalam program modul nusantara, (foto-Ist)

PROFESI-UNM.COM – Sebanyak 40 mahasiswa pertukaran mahasiswa merdeka dalam program modul nusantara mendapatkan suntikan motivasi dari Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, di Baruga Patingalloang, Selasa (14/12).

Di hadapan para mahasiswa yang berasal dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan ini, Bupati Gowa dua periode itu menggugah jiwa muda dan semangat kepemimpinan mahasiswa untuk berkontribusi di daerah masing-masing di masa yang akan datang.

“Saya memiliki prinsip yang menjadi pegangan dalam hidup. Bukan hanya dalam kepemimpinan. Tapi dalam setiap apapun. Kita harus memiliki kemampuan, komitmen, konsisten, dan mampu kolaborasi,” kata Adnan di hadapan para mahasiswa.

Di hadapan para mahasiswa, Adnan banyak berbicara tentang generasi Z yang akan banyak mengambil peran di masa yang akan datang.

“Di tahun 2045, saat Indonesia emas. Generasi Z, millenial, dan postmillenial akan banyak memiliki peran. Anda-anda semua ini. Kita semua,” imbuh Adnan yang Bupati Gowa dua periode saat membakar semangat mahasiswa.

Selain berbicara generasi millenial dan postmillenial, Adnan juga berbicara Gowa dalam beberapa perspektif sejarah dan program Pemerintah Kabupaten Gowa dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Gowa ini memiliki faktor kesejarahan yang kuat. Kita belajar keberanian dari Sultan Hasanuddin. Kita belajar agama dari Syekh Yusuf. Kita belajar dari kecerdasan Karaeng Pattingalloang. Kita harus memadukan ketiganya sebagai pemimpin dan calon pemimpin,” imbuh Adnan saat memberi inspirasi.

Inspirasi yang diterima mahasiswa modul nusantara program pertukaran mahasiswa merdeka berlangsung dalam suasana komunikatif. Salah seorang mahasiswa, Devi bahkan menggali tips kepemimpinan Adnan di pemerintahan dan di rumah Tangga.

“Ada nggak sih pak, pembeda pemimpin di rumah tangga dan di pemerintahan,” tanya Devi mahasiswa asal Lampung disambut tawa dari peserta modul nusantara lainnya.

Suasana penerimaan mahasiswa modul nusantara memang dalam suasana keakraban. Mereka didampingi toga dosen pembimbing lapangan, Muhammad Said, Yasdin, dan Nurharsyah Khaer.

“Terima kasih kepada bapak bupati Gowa atas atensinya. Dalam kesibukannya mereka masih meluangkan waktu menerima kami dan mahasiswa modul nusantara untuk berbagi inspirasi sebagi pemimpin muda. Luar biasanya lagi, beliau sangat bersahabat meski penyampaian kami hanya melalui pesan watshapp. Mahasiswa sangat terkesima melihat beliau,”kata Acca, sapaan Nurharsyah Khaer diamini Yasdin dan Said. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani