Kondisi Plafon kamar mandi wisma La Macca, Senin (13/12). Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Biaya sewa wisma La Macca Universitas Negeri Makassar (UNM) dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Hal ini diungkapkan oleh beberapa mahasiswa PMM Inbound.

Biaya sewa wisma La Macca Universitas Negeri Makassar (UNM) dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Hal ini diungkapkan oleh beberapa mahasiswa PMM Inbound.

Sinta (samaran) membeberkan sewa untuk tempat tinggal selama mengikuti program tersebut sebesar 500 ribu dan berasal dari Kemendikbudristek. Biaya sewa ini dibayar setiap bulan langsung ke UNM.

“Budget dari Kementrian itu 500 ribu. Lalu proses pembayarannya menjadi urusan antara Dikti dan UNM,” katanya. Senin (13/12).

Namun, angan mendapat fasilitas yang nyaman sebanding harga harus ditelan mentah-mentah oleh mahasiswa. Hal ini karena kamar tidur harus berbagi dengan puluhan orang. Serta kamar mandi hanya ada 3 buah yang digunakan untuk 82 orang, sehingga mahasiswa lain harus menggunakan toliet luar yang akhirnya menjadi sasaran kejahatan seksual.

“Kalau dilihat dari fasilitas yang diberikan UNM di La Macca ini, 100 ribu pun tidak layak untuk diberikan harga. Satu kamar isinya 8-12 orang,” dalih Sinta.

Mengaminkan Sinta, Fati (samaran) mahasiswa PMM lain, turut melontarkan keluhan yang sama. Selain kamar mandi yang sedikit, kondisinya pun cukup memprihatinkan yaitu kunci pintunya rusak, lampu sering padam, dan plafon salah satu kamar mandi sudah terlepas.

“Plafon di kamar mandi sudah bocor dan kelihatan rawan roboh. Bahkan sudah pernah jatuh juga beberapa partikel kecil,” ungkapnya.

Namun menurut Person In Charge (PIC) MBKM Ahmad Fudhail Majid, fasilitas wisma secara umum sudah layak, walapun memang masih ada kekurangannya sedikit. Mahasiswa juga telah diberikan pilihan sejak awal untuk di wisma atau ke rusunawa, tapi sebagian besar ingin menetap di wisma karena jarak yang lebih dekat ke kampus.

“Kenapa kemarin ditempatkan di Wisma karena agar mereka lebih dekat dengan fakultas-fakultas di Gunung sari,” katanya.

Biaya sewa tempat tinggal yang menjadi perdebatan ini bisa terhindar bila UNM melakukan perbaikan wisma maupun rusunawa sebelum mahasiswa PMM masuk. Apalagi wisma tersebut sering juga digunakan sebagai tempat berkegiatan mahasiswa, sehingga dengan adanya perbaikan maka patok tarif wisma pasti akan meningkat.

Selain itu skema dengan memberikan mahasiswa pilihan sendiri memilih tempat tinggal bisa juga menjadi solusi, dengan berpatok biaya akomodasi 500 ribu mahasiswa sudah mendapatkan kos-kosan yang layak di sekitar kampus Gunung Sari dan Jalan Pendidikan.

Sebelumnya, sempat terjadi pelecehan seksual terhadap mahasiswa PMM Inbound Kemendikbudristek yang dilakukan oleh oknum Satpam Hotel La Macca. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani