Pelantikan pengurus Maperwa FMIPA UNM, (Foto-Ist.)

PROFESI-UNM.COM –  Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) diduga hianati hasil Musyawarah Fakultas (Mufak) XXII.

Hal ini berawal dari salah satu Badan Perumus Mufak XXII LK FMIPA UNM yang menilai tindakan Maperwa melaksanaan pelantikan dengan nama pengurus tidak sesuai pada surat keputusan yang ditetapkan di forum Mufak merupakan salah satu bentuk pemudaran demokrasi.

Sebelumnya, Maperwa  telah melaksanakan Mufak XXII pada pertengahan Juli lalu. Salah satu hasil dari Mufak tersebut ialah penetapan Surat Keputusan (SK) pengurus Maperwa FMIPA UNM.

Tidak berjalan lama, pada Sabtu (23/10) dilaksanakan pelantikan pengurus Maperwa FMIPA UNM, namun pelantikan pengurus tersebut tidak sesuai dengan SK yang telah dikeluarkan pada Mufak Sebelumnya.

Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Maperwa FMIPA UNM telah menghianati hasil Mufak.

Salah satu mahasiswa FMIPA, BL (inisial) menyayangkan tindakan Maperwa yang dianggap menghianati konstitusi.

“Tindakan Maperwa hari ini yang melakukan pelantikan dengan nama-nama pengurus yang tidak sesuai dengan hasil yang ditetapkan pada forum Mufak merupakan tindakan yang melanggar konstitusi LK FMIPA. Sementara yang kita ketahui bersama bahwa Maperwa merupakan badan legislatif dan yudikatif yang seharusnya menjunjung tinggi konstitusi bukan menghianati konstitusi,” ucapnya.

Badan Perumus Mufak, Dini Agustina menilai tindakan Maperwa yang melaksanaan pelantikan dengan nama pengurus yang tidak sesuai pada surat keputusan yang ditetapkan di forum Mufak merupakan salah satu bentuk pemudaran demokrasi.

“Esensi demokrasinya hilang ketika hasil Mufak tidak sesuai dengan realita yang terjadi hari ini,usaha yang dilakukan pun terbilang minim untuk dibicarakan bersama,” tuturnya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri