Kuliah Literasi Keuangan Syariah di UNM (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Generasi milenial atau mahasiswa saat ini akan menjadi pemeran penting di era bonus demografi Indonesia di 2030 nanti. Era disaat masyarakat usia produktif mendominasi dibanding usia non produktif. Sehingga generasi milenial harus dipersiapkan untuk menghadapi era tersebut, termasuk dalam hal literasi keungan. Literasi keungan syariah menjadi hal yang urgen diterapkan bagi milenial atau mahasiswa.

Ini disampaikan Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) M. Arief Rosyid Hasan dalam Kuliah Umum Keuangan Syariah di Ruang Senat UNM Lantai 14 Menara Pinisi. Menurutnya menginklusifkan ekonomi dan keuangan kepada masyarakat terutama generasi milenial menjadi hal penting untuk diterapkan saat ini.

“Saat itu, usia kerja didominasi oleh usia produktif antara umur 15-64 tahun. Oleh karena itu, generasi muda harus mempersiapkan diri menghadapi era tersebut. Generasi muda harus mencatat sejarah,” ujarnya, Rabu (8/12).

Sejalan dengan itu, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan literasi terkait perbankkan syariah harus dikuatkan ke masyarakat. Terutama memberikan pemahaman menganai fungsi dari perbankan syariah yaitu mengelolah zakat, mengelola wakaf syariah, dan literasi keuangan syariah.

“Di BSI, yang dikelola, ada zakat disitu, ada infak, ada wakaf, ada sodaqoh, dan lainnya,” katanya.

Sementara itu Dewan Pengawas Syariah Didin Hafidhuddin menjelaskan lembaga keuangan syariah memiliki lima elemen penting. Kelimanya adalah akad dan aspek legalitas, semua terkait syariah, memperhatikan proses, lingkungan kerja dan coorporate culture serta sruktur organisasi. Dengan mengetahui hal ini Ia berharap generasi muda milenial tergerak dan paham ekonomi dan keuangan syariah.

“Ekonomi syariah membawa kemaslahatan bersama. Di akhirat kelak, setiap insan akan ditanya tentang darimana dan dikemanakan setiap rezeki yang Ia peroleh,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keuangan syariah. Baginya literasi ekonomi dan keuangan syariah sangat diperlukan oleh masyarakat luas.

“Bahkan ada sekolah yang telah memasukkan ekonomi dan keuangan syariah dalam kurikulum lokal (kurlok) mereka,” katanya.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, Sukardi Weda sangat mengapresiasi kegiatan kuliah umum ini dan berharap para peserta memperoleh informasi dan pengetahuan tentang ekonomi dan keuangan syariah.

“Semoga peserta dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sebelumnya Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama dengan Universitas Negeri Makassar menggelar Kuliah Umum Keuangan Syariah bertajuk “Urgensi Literasi Keuangan Syariah bagi Pengembangan Lembaga Keuangan Syariah”. Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan, Dewas Syariah Didin Hafidhuddin, Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dan Regional CRO, Ficho Hardowiseto menjadi narasumber.

Kuliah ini diikuti 50 mahasiswa UNM dan dihadiri oleh sejumlah pejabat BSI dan UNM. Diskusi berlangsung secara luring dan sekitar 1000 undangan secara daring. Dua orang mahasiswa penanya diberikan buku rekening BSI dengan masing-masing saldo Rp500.000. Serta BSI juga memberikan Bantuan Dana Operasional Sarana Kampus yaitu untuk pembangunan Masjid Pascasarjana UNM.

*Reporter: Fikri Rahmat Utama