Ilustrasi. (Foto: Int).
Ilustrasi. (Foto: Int).

PROFESI-UNM.COM – Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2016 ditemukan tewas bunuh diri di samping makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur (2/12).

Melalui catatannya di Quora, Novia diketahui beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.

“Saya berniat pergi dari rumah dengan menggenggam 2 sianida yang rencana akan saya minum dengan minuman varian red velvet kesukaan saya. Saya akan meminumnya di daerah paralayang. Jika saya mati, saya akan dikira kecelakaan.”

Novia diduga mengalami depresi lantaran kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh pacarnya sampai penolakan sekaligus cacian dari keluarganya sendiri. Novia diperkosa oleh Randy Bagus Hari Sasongko, anggota Polres Pasuruan hingga hamil dan dipaksa aborsi sebanyak 2 kali.

“RB menggugurkan dengan menyuruh membeli obat postinor penggugur kandungan di sekitar Malang, di minum di tempat kost korban. Yang kedua, terduga membeli obat cykotek, obat aborsi, seharga Rp1.500.000 di apotek sekitar Malang, dibayar oleh terduga pelaku,” jelas Wakapolda Jatim Slamet Hadi Supraptoyo.

Novia sempat melapor ke orang tua pelaku namun tidak ada itikad baik. Setelah dipaksa melakukan aborsi, korban semakin depresi karena tekanan dan cibiran dari para pamannya yang menganggap Novia sebagai aib keluarga.

Novia akhirnya menyerah dan memilih bunuh diri dengan menenggak minuman bercampur potasium sianida di makam ayahnya.

Saat ini Randy Bagus telah mendekam di Rutan Polda Jawa Timur dan dijerat Pasal 348 juncto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), serta diduga melanggar Pasal 7 dan 11 Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik.(*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati/ Editor: Sumaya Nursyahidah