Woodrow Wilson, Presiden Amerika Serikat pada Perang Dunia Pertama. (Foto-Int.)

PROFESI-UNM.COM – Woodrow Wilson, presiden Amerika Serikat ke-28 pada tahun 1917 dan mengawali terjunnya Amerika ke dalam kancah Perang Dunia Pertama. Sebelumnya negara ini bersikap netral meskipun Wilson sendiri aktif sebagai penengah untuk mengupayakan perdamaian, baik secara terbuka maupun rahasia, sejak tahun 1914 Pada tahun 1917. Jerman memulai lagi perang kapal selam. Sebagai hasil dari opini publik dan tekanan peristiwa-peristiwa di dunia. Wilson meminta Kongres AS untuk menyatakan perang terhadap Jerman. Kongres memenuhi permintaan itu dengan suara mayoritas. Sebagai putra dari seorang pendeta Presbiterian, Wilson tumbuh di keluarga yang akademis dan ketat dalam menjalankan aturan perilaku.

Setelah belajar ilmu hukum dan lulus dalam ujian profesi pengacara pada tahun 1881, Ia kembali ke dunia akademis. la mengajar di Princeton University (dimana Ia terpilih sebagai rektor) selama 12 tahun, la kemudian terjun ke dunia politik sebagai tokoh Partai Demokrat sampai akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 1913. Wilson sangat percaya akan hak-hak semua manusia, dan Ia aktif mengampanyekan persamaan kesempatan di Amerika Serikat. Selama masa pemerintahannya. Wilson berusaha menjaga hubungan damai dengan negara negara lain dengan menghindari penggunaan ancaman atau kekuatan.

Ketika akhirnya Amerika terlibat perang, Wilson berusaha mengupayakan penyelesaian damai. Pada tahun 1918. Ia menyusun rencana perdamaian 14 butir (terkenal dengan sebutan Wilson’s Fourteen Points) yang membawa pihak Sekutu dan Jerman ke meja perundingan pada akhir tahun 1918. Wilson mengetuai delegasi Amerika Serikat dalam Konferensi Perdamaian Versailles, Prancis, dimana Ia disambut sebagai pahlawan. Idenya tentang pembentukan Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) diterima dalam konferensi sebagai bagian dari pakta penyelesaian perang. Namun Ia kecewa dengan aspirasi-aspirasi nasionalistis dari negara-negara peserta konferensi, dan Ia terpaksa membuat konsesi terhadap tuntutan-tuntutan nasional, teritorial, dan ekonomi dari negara-negara Eropa pemenang perang terhadap Jerman. Hanya berkat pengaruhnyalah maka sanksi-sanksi yang lebih berat tidak dijatuhkan atas Jerman.

Namun, ide Wilson tentang pembentukan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) mendapat tentangan di negaranya sendiri. Impiannya bahwa Amerika Serikat menjadi anggota LBB tidak pernah terwujud, sebagian karena sendiri menolak pakta penyelesaian perang diubah. Ia kemudian berkeliling negeri untuk menjelaskan idenya, bahwa keanggotaan AS di LBB sangat penting bagi perdamaian dunia. Tekanan ini membuatnya stroke pada tahun 1919. Namun Wil mengalami terus menentang pembatasan bagi LBB mun Wilson dari tempat tidurnya dan memandang pemilu kepresidenan pada tahun 1920 sebagai referendum untuk menolak atau menerima idenya. Ternyata tokoh Partai Republik, Warren Hardy, yang menentang ide pembentukan LBB, memenangkan pemilu secara telak. Pada tahun 1919, Woodrow Wilson dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian atas visinya tentang pembentukan organisasi internasional yang mengupayakan perdamaian dunia.

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul “Pidato-Pidato yang mengubah dunia” yang ditulis oleh Simon Sebag Montefiore, diterbitkan oleh Erlangga. (*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati/Editor: Mustika Fitri