Ilustrasi Kekerasan Seksual, (Foto-int.)

PROFESI-UNM.COM – Ketua Serikat Perempuan Indonesia Universitas Negeri Makassar (Seruni UNM) Ayu Wisnu Wardani mengecam sikap pimpinan UNM yang tak kunjung merealisasikan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi. Menurutnya aturan ini dapat memberi memberi rasa aman khususnya kaum perempuan dari segala bentuk kekerasan seksual di dalam kampus.

“Membebaskan dan menumpas persoalan perempuan secara utuh tidak cukup dengan adanya kebijakan tersebut dalam artian kita tidak boleh tergantung dengan kebijakan tersebut, yang lebih pokok adalah bagaimana perempuan bisa dengan bebas Berorganisasi sebagai alat dan upayanya untuk terus berlawan”, tegasnya saat diwawancarai via daring, Sabtu (27/11).

Selain itu, Ayu menegaskan seharusnya pihak kampus segera merespon serius Permendikbudristek ini dengan membuat aturan turunan. Jika dirasa aturan tersebut multitafsir, dapat diperjelas melalui SOP atau aturan turunan tersebut.

“Seharusnya kampus merespon dengan serius tentang permendikbud tersebut, kalau misal dirasa permendikbud tersebut kurang detail, kampus seharusnya membuat aturan turunan untuk membuat nya lebih detail”, jelasnya.

Mahasiswa angkatan 2015 ini juga menyayangkan UNM yang ketinggalan dibanding kampus lain. Kampus lain sudah menindaklanjuti aturan ini dengan mengeluarkan SOP, berbeda dengan UNM yang tak bergeming hingga saat ini.

“Kalau memang serius dengan regulasi ini maka tidak perlu menunggu sampai perdebatannya selesai tapi segera menindaklanjuti seperti kataku di awal, buat aturan turunan sesuai kebutuhan dimasing-masing kampus,” bebernya.

Ia juga berharap mahasiswa harus terlibat dalam pengawalan realisasi permen ini dengan memperbanyak studi terkait isi yang termuat di dalamnnya.

“Baiknya sebelum itu banyak-banyak studi terkait permendikbud tersebut setelah itu merespon dengan penguatan ilmiah yang sudah semestinya menjadi ciri kaum intelektual seperti mahasiswa”, katanya. (*)

*Reporter: Andi Nurul Izzah Ilham/Editor: Fikri Rahmat Utama