PROFESI-UNM.COM – Gelaran Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) umumkan pemenang liga PKM FIS-H tahun 2021 yang berlangsung di lantai 2 FIS, Rabu (1/12).

Pengumuman tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Akademik (WD 1), Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni (WD 3), dosen pembimbing, dan tim reviewer. Dari 109 proposal yang masuk, setelah proses penyaringan menyisihkan 86 proposal yang didominasi oleh program studi Ilmu Administrasi Bisnis dengan menyumbangkan 60 proposal.

PKM menyaring mahasiswa-mahasiswa yang punya ide-ide kreatif dan memiliki ketaatan aturan main dalam PKM. Dalam sambutannya WD 1, Syukur mengatakan liga PKM ini merupakan ajang yang sangat prestisius dan bergensi diantara lomba-lomba kemahasiswaan yang ada. Ia turut mendukung penuh mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan PKM.

“Slot untuk UNM level satu. Besar harapan kita tahun 2022 nanti bisa menyumbang paling tidak lebih 1.000 proposal untuk tingat universitas. Ada 9 fakultas jadi paling tidak harus menyumbang 100 proposal lebih. Saya sangat berharap proposal-proposal yang masuk di liga PKM ini jangan berhenti setelah pengumuman liga PKM,” harapnya.

Berikut ini pemenag liga PKM FIS-H

  1. Pappaseng: Kearifan Lokal Bugis-Makassar dalam Setting Pendidikan Inklutif (Ninis Rajiani / Pendidikan IPS)
  2. Optimasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Sebagai Alternatif Pengganti Pupuk Kimia yang Berniali Ekonomis dan Berdaya Guna (Ipahriani Rahman / Ilmu Administrasi Bisnis)
  3. Pengembangan Produk dan Inovasi Kemasan Pada Songkok Guru Dalam Upaya Meningkatkan Eksistensi Songkok Guru di Kabupaten Takalar (Iis Nur Awaliya / Ilmu Administrasi Bisnis)
  4. Juara Favorit: MLT (Mobile Literacy Training) untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Fadhilah Nur Pratiwi / Sosiologi)

Aris Baharuddin selaku dosen pembimbing mengatakan dalam mengawal proposal mahasiswa Ia mencoba mempelajari gaya dan keunikan ide PKM mahasiswa serta potensi dari judul PKM tersebut.

“Saya mencoba mempelajari yang sudah lolos dulu, bagaimana gaya dari judul proposal yang dimasukkan, apakah ada keunikan,. Kedua saya mencoba melihat mahasiswa yang punya potensi. Ketiga bagaimana mengekseskusi tadi dari poin pertama dan kedua bersama mahasiswa, jadi sudah ada judul kemudian meminta mahasiswa bergerak untuk memasukkan pada liga fakultas,” jelasnya.

Lanjut, Ia mengatakan dalam mengawal proposal mahasiswa, Ia akan melakukan bimbingan khusus dan menggerakkan mahasiswa dalam workshop di tingkat fakultas.

“Saya akan buat bimbingan khusus dengan memanggil dosen atau alumni dari PKM yang pernah masuk nominasi atau juara untuk memberikan kepada mahasiswa bimbingan. Kemudian workshop ditingkat fakultas, saya akan gerakkan 60 judul itu terlibat khusus ketua kelompok,” katanya.(*)

*Reporter: Nur Qodriah Syafitri/Editor: Mustika Fitri