Ilustrasi membaca kebohongan lawan bicara dari bahasa tubuh. (Foto-Int.)

PROFESI-UNM.COM – Penelitian yang dilakukan Dr. Desmond Morris menyimpulkan bahwa kita dapat memalsukan bahasa tubuh, Bukan tidak mungkin orang yang pekerjaannya berbohong dan sudah mempelajari bahasa tubuh, kemudian bisa memanipulas| kebohongannya. Menangkap sinyal kebohongan orang memang agak sulit.

Tapi, sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti ia akan jatuh jua. Sepandai-pandainya seseorang berbohong, pasti ada isyarat atau gerak tubuh yang terlepas dari kontrotnya. Sebab, otak memiliki sistem pengaman, dan akan muncul apabila menerima pesan nonverbal yang tidak selaras.

Wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering menunjukkan kebohongan. Bahasa tubuh orang yang berbohong antara lain:

  1. Menutupi mulut dan terbatuk
    Menutupi mulut merupakan salah satu gerakan yang sering dilakukan anak-anak ketika berbohong. Orang dewasa pun sering melakukan hal yang sama. Selain menutup mulut, ada pula yang menyamarkan kebohongan dengan berpura-pura batuk. Keinginan untuk menutup mulut merupakan gerak refleks yang terjadi dengan sendirinya. Tanpa disadari, orang menyuruh tangannya untuk menghentikan kata-kata bohong yang sedang diucapkan.

Sebaliknya, jika kita mendapati orang yang menutup mulutnya sewaktu kita berbicara, berarti dia merasa bahwa kitalah yang sedang berbohong kepadanya. Biasanya, gerakan isyarat menutup mulut ini dikombinasikan dengan gerakan tangan ke bagian tubuh lainnya.

  1. Menyentuh hidung
    Gerakan menyentuh hidung merupakan gerakan yang relatif halus dibandingkan dengan gerakan menutup mulut. Orang yang sedang berbohong, dengan sendirinya akan mengusap bagian bawah hidung, baik secara Cepat maupun lambat. Saat berbohong, ujung syaraf halus dalam hidung akan terasa gatal. Untuk menghilangkannya, orang akan mengusapnya dengan halus dan lembut, bukan dengan menggosok secara keras atau menggaruk hidung. Tapi, kita harus hati-hati dengan gerak isyarat ini, karena bisa saja hidung lawan bicara kita memang sedang gatal.
  2. Menggaruk leher
    Gerakan menggaruk leher biasanya dilakukan dengan menggunakan telunjuk. Hal ini menunjukkan keraguan atau ketidakpastian dari perkataan yang baru saja diucapkan pelaku. Gerak isyarat ini bisa dilakukan di sisi kanan atau kiri leher, baik dengan menggunakan tangan kiri maupun tangan kanan. Saat berbohong, syarafsyaraf di sekitar leher akan terasa gatal. Sebenarnya, gerakan ini merupakan kesatuan dengan gerakan menutup mulut dan menyentuh hidung.
  3. Memalingkan wajah
    Memalingkan wajah bisa dilakukan setelah atau sebelum menggosok mata. Orang yang tidak memandang lawan bicaranya ketika sedang berbicara atau mendengarkan, berarti orang itu sedang menyembunyikan sesuatu. Namun, ada beberapa pengecualian dalam gerak isyarat ini, termasuk budaya.

Saat berbicara, beberapa orang tidak berani menatap lawan bicara atau seminimal mungkin menatap lawan bicaranya. Contohnya, orang yang tidak berani menatap mata lawan bicaranya karena ia pemalu, bukan karena ia tengah berbohong. Demikian pula dalam budaya tertentu, misalnya dalam budaya Jawa. Ketika orang muda berbicara dengan orang yang lebih tua, akan lebih sopan jika tidak terlalu sering menatap matanya.

  1. Senyum palsu
    Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, namun para pembohong sering kali menyalahgunakannya. Bagaimana membedakan senyum tulus dengan senyum pembohong? Para pembohong akan tersenyum cukup sering dan secara tiba-tiba, bahkan biasanya mereka tersenyum tidak pada keondisi dan situasi yang tepat untuk tersenyum,
  2. Memalingkan pandangan, menggosok mata, dan banyak kedipan
    Mata dapat mengungkapkan suasana hati, termasuk ketika sedang berbohong. Saat berbohong, mata akan selalu melihat ke arah lain. Entah itu ke bawah, ke atas, atau ke mana pun, yang jelas bukan ke arah lawan bicara. Yang paling sering adalah mata menerawang entah ke mana sementara mulut terus berbicara, tentunya berbicara yang tidak jujur alias bohong.

Cara lain untuk mendeteksi kebohongan adalah dengan memperhatikan adanya peningkatan jumlah kedipan mata. Orang yang berbohong biasanya men jadi gugup, sehingga syaraf mata mereka akan bekerja lebih cepat daripada biasanya.

  1. Mata yang terbuka lebar dan memasang tampang tidak bersalah
    Kebiasaan masa kecil yang masih kita bawa hingga sekarang adalah membuka mata lebar-lebar dan membuat tampang innocent (tidak bersalah), seolah-olah hendak berkata, “Apa? Aku yang salah?” Hal ini sering kita lakukan saat masih anak-anak, misalnya ketika ibu memergoki kita makan es krim terlalu banyak.
  2. Gerak tubuh yang minim, tidak bergerak, atau bergerak berlebihan
    Orang yang sedang berbohong cenderung ‘membeku’, tidak sering berhadapan dengan lawan bicara, dan berusaha meminimalisir gerak tubuhnya. Tapi, ada pula yang justru bergerak secara berlebihan. Semua itu merupakan usaha si pelaku agar kebohongannya tidak diketahui. Namun, hal itu justru bisa menjadi petunjuk bahwa ia sedang berbohong.

Tulisan ini dikutip dari buku “Satu Menit Baca Bahasa Tubuh Orang Lain” karya Byzka Wibisono halaman 111-115. Diterbitkan oleh Checklist tahun 2018. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili/Editor: Murni