Proses berlangsungnya Webinar Business Project Series 1, (Foto: Annisa Asy Syam A.)

PROFESI-UNM.COM -Rizal Ramli, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia tahun 2015 mengatakan langkah Pemerintah dalam memproyekkan segala urusan termasuk pertanian, tidak membuat petani sejahtera, melainkan akan merugikan para petani Indonesia. Hal itu disampaikan dalam webinar nasional Business Project 2021 dengan tema “Quo Vadis: Indonesia’s Economic”.

Webinar yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis (HIMANIS) akan berlangsung dua hari, 22-24 November melalui paltfrom Zoom dan Live YouTube.

“Petaninya sendiri harus lebih sejahtera, bukan dengan projek. Ini bejatnya kita, segala macam mau di proyekkan” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI 2015.

Selain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI 2015. Turut hadir pula Executive Director, Center of Economic And Law Studies ‘CELIOS’ , Bhima Yudhisthira Adhinegara yang membawakan topik “Indonesia is in an Economic Emergency?”.

Lanjut, Rizal Ramli menyampaikan closing statement. Ia menuturkan, krisis ekonomi yang terjadi saat ini bisa diperbaiki melalui pucuk pimpinan pemerintah Indonesia.

“Memang hari ini, udah ruwet banget. Dari mana dimulainya, kalau ada benang yg ruwet, gak mungkin dibenerin secara kecil, melainkan harus mulai dari ujung. Jadi yang harus diperbaiki itu dari pemerintah nya” tuturnya.

Bhima Yudhisthira Adhinegara juga turut mengungkapkan sedikit kekecewaan atas menurunnya sikap kritis para anak muda dalam melihat kebijakan pemerintah.

“Teman teman di Makassar, semangat untuk terus baca, kritik, analisis kebijakan pemerintah. Mau dibaca dengan pemerintah, itu urusannya, kita harus berkomentar untuk mempengaruhi opini publik, biar kebijakan g melencengnya,” ungkap Executive Director Celios.

Diakhir sesi, ada penyerahan plakat secara simbolis oleh moderator untuk dua pembicara tersebut. Selanjutnya, series 2 akan dilaksanakan pukul 14.00-16.30 WITA. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A