Ilustrasi macam-macam orientasi seksual (Foto: int.)

PROFESI-UNM.COM – Identitas seksual yaitu bagaimana seseorang menyatakan seksualitasnya. Situasi lingkungan, termasuk di antaranya ketersediaan ruang aman dan nyaman mempengaruhi identitas seksual seseorang. Semakin banyak individu yang menggunakan identitas seksual sebagai bentuk perlawanan.

  1. Orientasi Seksual
    Ketertarikan manusia terhadap manusia lain yang melibatkan rasa emosi dan romantis, dan/atau seksual. Orientasi seksual bersifat sangat personal. Sejauh ini masyarakat belum banyak mengenal keragaman orientasi seksual selain heteroseksual. Situasi lingkungan, termasuk di antaranya ketersediaan ruang aman dan nyaman mempengaruhi pilihan seseorang untuk menyatakan orientasi seksualnya atau tidak.
  2. Heteroseksual
    Ketertarikan manusia yang melibatkan rasa emosi dan romantis, dan/atau seksual terhadap manusia lain yang memiliki gender dan/atau seks yang berbeda dengannya.
  3. Homoseksual
    Ketertarikan manusia yang melibatkan rasa emosi dan romantis, dan/atau seksual terhadap manusia lain yang memiliki gender dan/atau seks yang sama dengannya.
  4. Lesbian
    Merujuk pada perempuan homoseksual; perempuan yang tertarik terhadap perempuan lain, yang melibatkan rasa emosi dan romantis, dan/atau seksual.
  5. Gay
    Merujuk pada laki-laki homoseksual; laki-laki yang tertarik terhadap laki-laki lain, yang melibatkan rasa emosi dan romantis, dan/atau seksual.
  6. Biseksual
    Ketertarikan manusia terhadap manusia lain yang melibatkan rasa emosi dan romantis, dan/atau seksual, yang tidak terbatas pada satu gender dan/atau seks tertentu.
  7. Panseksual
    Ketertarikan manusia yang melibatkan rasa emosi dan romantis, dan/atau seksual terhadap manusia lainnya tanpa memandang gender dan/atau seksnya, misalnya:
    − Demiseksual
    Ketertarikan manusia terhadap manusia lainnya tanpa memandang gender dan/atau seksnya, dimana ketertarikan seksual tidak muncul tanpa adanya ikatan emosi dan romantis yang kuat.
    − Sapioseksual
    Ketertarikan manusia terhadap kecerdasan manusia lainnya yang melibatkan rasa emosi, romantis dan/atau seksual tanpa memandang gender dan/atau seksnya.
  8. Aseksual
    Manusia yang tidak memiliki ketertarikan yang melibatkan rasa seksual kepada manusia lainnya. Aseksual merupakan bagian dari keragaman orientasi seksual.

Tulisan ini dikutip dari buku “Modul Pendidikan Dasar SOGIESC: Bahan Bacaan Bagi Peserta Arus Pelangi” oleh Tim Pendidikan Federasi Arus Pelangi. Pada halaman 16-17 Diterbitkan oleh Arus Pelangi, Tahun 2017. (*)

*Reporter: Resky Nurhalizah /Mustika Fitri