Ilustrasi Perkuliahan Tatap Muka Terbatas (Foto-Int.)
Ilustrasi Perkuliahan Tatap Muka Terbatas (Foto-Int.)

PROFESI-UNM.COM – Halo civitas akademika Universitas Negeri Makassar, gimana kuliah onlinenya, sudah pada rindu ngumpul bareng teman nggak.

Karena Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu menyebabkan terbatasnya aktivitas masyarakat. Salah satunya diberhentikannya kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka dan digantikan dengan pembelajaran secara online.

Ngomong-ngomong soal kuliah online, ada kabar gembira nih buat civitas akademika karena pada 16 September lalu Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mengeluarkan surat edaran terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas. Artinya kuliah offline bakal segera dilaksanakan oleh kampus-kampus dengan level PPKM 1 sampai 3 di seluruh Indonesia.

Nah untuk itu berikut LPM Profesi UNM sudah merangkum beberapa keuntungan dari kuliah offline, diantaranya:

  1. Pemanfaatan fasilitas kampus maksimal, hampir seluruh kampus telah menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar dan mengajar mahasiswa seperti jaringan wi-fi, komputer, lab, ruang kelas, perpustakaan yang dapat digunakan semaksimal mungkin apabila kuliah offline.
  2. Dengan kuliah tatap muka materi yang diterima lebih efektif, belajar secara offline dapat membuat kita lebih fokus pada saat belajar karena tidak ada hal yang lain akan menjadi distraksi kita.
  3. Membuat kita lebih disiplin, kelas offline atau tatap muka secara langsung memang menuntut kita untuk bangun pagi, bersiap-siap, menaiki kendaraan dan bermacet-macetan pergi ke sekolah sebelum tiba di kampus. Selain itu, dalam pengajaran tatap muka secara langsung, dosen dapat lebih mudah mengawasi mahasiswa dan memastikan bahwa setiap mahasiswa memperhatikan pelajaran dengan baik.
  4. Aktivitas fisik lebih banyak dilakukan, mulai dari perjalanan antara rumah ke kampus hingga dari kelas satu ke kelas lainnya menuntut mahasiswa untuk selalu berjalan dan bergerak, tidak seperti kuliah online, sehingga aktivitas fisik yang dilakukan lebih banyak.
  5. Adanya kemudahan dalam berinteraksi dengan teman, guru, dan orang lainnya, manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interaksi satu sama lain untuk sekadar melakukan interaksi, berkumpul, dan bersenang-senang. Kurangnya sosialisasi dengan manusia lain dapat memicu terjadinya stress. (*)

*Reporter: Nur Qodriah Syafitri/ Editor: Sumaya Nursyahidah