Tari Pammela Su'lu di pagelaran seni Bestra FBS UNM. Foto-Profesi.

PROFESI-UNM.COM – Bengkel Sastra (Bestra) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) mengadakan pentas seni dengan tema “Sang Petuah” dalam rangka penyambutan anggota baru. Pentas ini berlangsung di Gedung Kesenian Societet de Harmonie, Senin (15/11).

Salah satu kesenian yang diangkat adalah tari pammela su’lu. Tarian ini diangkat dari budaya Bulukumba terkhusus di daerah adat Kajang. Tarian menceritakan tentang akkalomba yaitu ritual penghilang nasib sial yang dikhususkan untuk anak-anak.

Hilda Isdayanti Amir sebagai salah satu penari mengatakan tarian itu dibawakan guna memperkenalkan budaya Bulukumba ke masyarakat luas.

“Iya, ritual akkalomba ini masing asing di telinga masyarakat, kami ingin memperkenalkan kembali agar tidak pudar dan dilupakan”, katanya.

Selain itu, Mahasiswi angkatan 2019 ini mengatakan bahwa waktu latihan sekitar 3 bulan dan banyak suka duka dalam proses persiapannya.

“3 bulan latihan sudah pantas terbayarkan dalam malam pentas ini, meskipun awalnya kami itu sembilan orang tapi karena suatu hal sisa lima orang”, jelasnya.

Terakhir, Hilda berharap agar seluruh anggota baru Bengkel Sastra (Bestra) selalu menjaga semangatnya untuk berproses dan tetap menjaga kebersamaan.

“Semoga ini menjadi awal yang baru lagi untuk anggota baru di bengkel sastra. Semoga tetap semangat sampai akhir”, harapnya. (*)

*Reporter : Andi Nurul Izzah Ilham/Editor: Mustika Fitri