Ilustrasi kekerasan seksual. Foto-Int

PROFESI-UNM.COM – Beberapa waktu belakangan, kalangan mahasiswa digegerkan dengan beberapa peristiwa pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Merespon hal tersebut terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbud Ristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi dinilai sangat progresif dari perspektif korban.

Pelecehan seksual bisa terjadi kapanpun dan dimanapun bahkan pada siapapun. Berbicara mengenai pelecehan seksual, setiap orang khususnya wanita tak lepas dari intaian para predator seksual yang berkeliaran bebas.

Mengingat bahwa pelecehan seksual dapat memberikan dampak buruk yang nantinya berpengaruh pada keseharian korban, Anda dianjurkan untuk selalu waspada dan membentengi diri dari perilaku keji tersebut. Beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk menjauhkan diri dari pelecehan seksual, di antaranya:

  1. Membekali diri dengan pengetahuan, Tambah wawasan serta edukasi lingkunganmu mengenai fakta dan mitos kekerasan seksual. Banyak kasus terjadi dan terus terjadi karena minimnya informasi mengenai kekerasan seksual.
  2. Selalu waspada, Selalu waspada pada siapapapun terutama saat sedang berada di tempat publik, termasuk di kendaraan umum.
  3. Hindari obrolan berbau porno, obrolan berbau pornografi dapat menjadi awal dari perilaku pelecehan seksual. Ini karena obrolan yang semacam itu bisa membuat lawan bicara berpikir bahwa Anda ‘membuka’ diri atau terbiasa dengan hal-hal yang berbau seksual. Karena itu, hindarilah percakapan yang mengarah ke sana apalagi dengan orang yang baru dikenal.
  4. Siapkan senjata, Bekali diri dengan semprotan merica atau alat pembela diri lainnya guna mencegah pelecehan seksual yang tidak diduga-duga
  5. Lawan Intimidasi pelaku, pelaku pelecehan seksual menggunakan trik menekan kondisi emosional korban agar ia menurut. Intimidasi bisa muncul dalam berbagai bentuk, misalnya saja amarah, melakukan kekerasan, atau bahkan mengancam mengakhiri hubungan jika pelakunya adalah pasangan Anda sendiri. Karena itu anda harus memiliki sikap tegas kepada pelaku agar ia tidak bertindak lebih jauh.

Namun ketika Anda merasa telah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual, beberapa hal di bawah ini sebaiknya dilakukan.

a. Berhenti menyalahkan diri sendiri
b. Cari dukungan orang-orang terdekat
c. Kumpulkan barang-barang yang bisa menjadi alat bukti
d. Segera laporkan ke pihak berwajib
e. Datang ke layanan kesehatan dan layanan kekerasan seksual. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili/ Editor: Sumaya Nursyahidah