Pembelajaran Tatap Muka di ruang kuliah. Foto-Dok. LPM Profesi UNM.

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti panduan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Nurul Aimanah Marzuki, salah satu mahasiswi Fakultas Psikologi (Fpsi) memberikan tanggapannya terkait pembelajaran blended yang diusung. Menurutnya, ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Mahasiswi asal Kabupaten Gowa ini sudah mempersiapkan sesuai syarat yang diperlukan agar bisa melaksanakan kuliah tatap muka dengan melakukan vaksinasi hingga tahap kedua. Akan tetapi, ia tidak setuju jika pemberlakuan kuliah tatap muka dilaksanakan pada semester ganjil ini.

“Kurasa salah kalau kuliah luring dilakukan dalam waktu ini. Diakui atau tidak ketika online ilmu yg masuk di otak itu kurang, ini juga berada di pertengahan semester. Jadi, mending dilaksanakan luring di semester baru supaya masih semangat dan juga fresh,” katanya.

Di sisi lain, Viqri Ananta Idhma, juga ikut menanggapi tentang PTM Terbatas. Mahasiswa asal kolaka ini mengambil dua perspektif daring dan luring memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Contohnya bila kita kuliah daring laptop atau handphone yang kita gunakan harus mumpuni, nah apalagi bila mengikuti perkuliahan secara daring wajib memiliki data ataupun wifi. Sedangkan kuliah luring banyak mahasiswa yang berada diluar Makassar harus ke Makassar dan kadang harus memiliki budget yang besar belum lagi biaya untuk kost dan biaya makan mungkin,” tuturnya.

Menurutnya, untuk saat ini lebih baik untuk kuliah blended tidak full daring maupun luring. Dengan memakai sesi seperti untuk kelas A bulan depan sesi daring untuk kelas B sesi luring.

Terakhir, Ia mengharapkan agar pembelajaran tatap muka penuh segera terlaksana sehingga bisa merasakan perkuliahan secara langsung karena masih banyak tentang kampus, mata kuliah, dan perkuliahan yang belum dipahaminya selama belajar daring. (*)

*Reporter: Mujahidah/ Editor: Sumaya Nursyahidah