Bubarkan Panitia Mubes LK, Birokrat Ikut Gagal Jadi Eksekutor

0
32
Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Universitas Negeri Makassar (UNM) - (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Buntut ketidakmampuan panitia Musyawarah Besar Lembaga Kemahasiswaan (Mubes LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk melaksanakan tugasnya menghadirkan pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) berakhir dengan nihil.

Berbulan-bulan kepanitian ini bekerja setelah dibentuk ternyata belum juga mampu memunculkan figur pemimpin baru di tubuh LK tertinggi di kampus itu. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sukardi Weda mengatakan, kepanitiaan mubes bentukan maperwa sudah dibubarkan.

“Iya kampus ambil alih (pembentukan) BEM-Maperwa,” katanya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Langkah mempecundangi panitia yang dilakukan birokrat UNM tersebut sebagai respons atas ketid-akpercayaan terhadap kinerja BEM-Maperwa sebelumnya.

Tak mau kalah dengan panitia sebelumnya, akhir Juli lalu, WR III bersama para dekan dan pimpinan kampus lainnya telah melaksanakan rapat terbatas untuk segera menghadirkan pengurus Maperwa dan BEM baru.

Sukardi Weda mengaku  telah bersurat ke pimpinan fakultas untuk mengutus mahasiswanya menjadi pengurus BEM-Maperwa, agar kepengurusan bisa terbentuk di semester ini. Tercatat, ini kedua kalinya Sukardi meminta delegasi melalui dekan. Sebelumnya, sudah pernah dilakukan, hanya saja tak mendapat respons baik dari pengurus LK tingkat fakultas. “Saya baru mau menyurat kembali ke dek-an,” jelasnya.

Entah sampai kapan drama tos-tosan LK dan birokat ini berakhir. Pasalnya, pimpinan kampus hingga hari ini tak memberi batas waktu terkait pelaksanaan Mubes LK UNM.

Presiden BEM FBS, Amastasha menilai tidak jalannya mubes hingga hari ini merupakan noda besar bagi LK UNM, serta pengambilalihan mubes oleh birokrat adalah hal keliru karena ini menandakan birokrasi gagal mewadahi LK fakultas. Menurutnya seharusnya mewadahi LK Fakultas untuk menga-dakan mubes LK UNM.

“Kami dengan WD III FBS sepakat agar delegasi yang diusung adalah rekomendasi dari LK FBS UNM,” katanya.

Langgar Aturan Sendiri

Bak senjata makan tuan, pimpinan UNM akui kembali terpaksa melanggar regulasi yang selama ini menjadi pegangannya dalam mengelola lembaga kemahasiswaan.

Terkait kriteria pengurus misalnya, batas semester yang dipatok untuk calon pengurus dijelaskan Su-kardi, yakni mahasiswa semester 9 atau angkatan 2017 yang akan direkrut.

Padahal dalam statuta UNM, pengurus LK maksimal semester 8, tapi Dosen Bahasa Inggris ini menga-takan hal itu bukan lagi menjadi masalah. Ia berdalih bahwa pengurus sebelumnya terdampak pandemi dan pengurus LK fakultas saat ini merupakan angkatan 2018. Dengan alasan itulah, dirinya khawatir tidak ada pengurus diutus bila diminta angkatan 2018. “Kecuali lewat semester ini, maka 2018 (akan menjadi pengurus),” katanya.

Presiden BEM Fakultas Psikologi, Andi Khaerul Imam menyebut, setuju saja rencana pimpinan UNM, selama utusan fakultas nantinya disetujui LK tingkat fakultas. Jika tidak, mereka akan menolak.

“Bergantung, kalau misalnya delegasi yang dikirimkan ke LK UNM bukan hasil pembahasan dan kese-pakatan di tataran fakultas masing-masing, nah itu bisa menjadi sebuah masalah dan harus kita hindari,” katanya.

Surat delegasi yang diberikan ke setiap fakultas pun beragam. FBS misalnya, fakultas ini disurati WR 3 untuk mendelagasikan calon anggota Maperwa dan ketua Maperwa.

Namun, menurut Amastasha fakultasnya belum menentukan siapa delegasi yang akan diberikan. “Kami katakan (delegasinya) setelah Mufak,” jelasnya.

Tindakan pimpinan UNM yang berupaya ‘selamatkan’ BEM-Maperwa, berawal dari kisruh kepanitiaan mubes sebelumnya. Pengurus LK fakultas ramai-ramai menolak persyaratan yang diajukan panitia untuk calon pengurus.

LK menolak syarat angkatan dan batasan IPK calon pengurus. Hanya empat dari sembilan LK fakultas mengutus ang-gotanya. Hasilnya, mubes gagal terlaksana.

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 252

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini