LBH Makassar Kecewa Rektor UMI Lepas Tangan Saat Mahasiswanya di Laporkan Ke Polisi

0
134
Mira Amira (sebelah kiri) bersama dua saksi (Fahmi dan Ari) dalam konferensi pers LBH Makassar, Minggu (7/11) (Foto: Husen-Profesi)
Mira Amira (sebelah kiri) bersama dua saksi (Fahmi dan Ari) dalam konferensi pers LBH Makassar, Minggu (7/11) (Foto: Husen-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar mengaku kecewa karena pihak birokrasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) lepas tanggung jawab dan tidak peduli. Hal ini terkait pelaporan penganiayaan dan pengrusakan dua jurnalis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa (UPPM) UMI.

Dalam konferensi persnya, perwakilan LBH Mira Amin menjelaskan pihak kampus enggan terlibat dalam menyelesaikan permasalahan ini bahkan memilih lepas tangan dengan alasan tidak kompeten. Ia pun sangat menyayangkan sikap kampus tersebut dalam mengawal kasus ini.

“Kami sudah menunggu sembilan jam agar bisa menemui rektor tetapi hasilnya nihil, kami juga maunya pihak birokrasi dan teman-teman mahasiswa itu duduk bersama mengingat bahwa birokrasi adalah orang tua bagi teman-teman mahasiswa seharusnya bisa diselesaikan bersama tidak usah sampai pelaporan di kepolisian,” jelasnya, Minggu (7/11).

Lanjut, Mira mengatakan seharusnya pihak kampus dan pihak penyidik lebih bisa menilai dan melihat mana yang sebenarnya adalah korban. Namun yang terjadi sebaliknya, pimpinan malah enggan membantu dalam memecahkan masalah.

“Kalau bisa dari pihak kampus maupun pihak penyidik itu lebih proaktif melihat sebenarnya dari dua sisi, jadi bisa dilihat yang mana korban sebenarnya,” jelasnya. (*)

*Reporter: Aliefiah Maghfirah Rahman/Editor: Mustika Fitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini