PROFESI-UNM.COM – Ari dan Fahmi, tersangka kasus penganiyaan dan pengrusakan saat penolakan penggusuran Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) telah memenuhi panggilan dari pihak kepolisian. Undangan pemanggilan tersebut masih tahap klarifikasi terkait dengan kasus yang dilaporkan oleh pelapor. Pelapor adalah sopir mobil eskapator yang mengalami luka pada bagian kepala.

Dalam konferensi pers bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Mira Amin selaku Perwakilan LBH Makassar menjelaskan bahwa dua jurnalis UKM UPPM UMI yang menjadi saksi dan dikenai pidana padahal tidak berada di lokasi kejadian.

“Ari dan Fahmi dituntut dengan pidana kasus pengrusakan dan penganiayaan 170/351 Pasal 55 KUHP tentang penganiayaan dan pengrusakan,” ujarnya pada Minggu, (7/11).

Mira Amin mengatakan bahwa Ari dan Fahmi telah memenuhi panggilan kepolisian, undangan tersebut masih tahap klarifikasi terkait kasus yang dilaporkan oleh pelapor.

“Jadi undangan dari pihak Polrestabes adalah undangan klarifikasi terkait kasus tersebut,” katanya. (*)

*Reporter: Aliefiah Maghfirah Rahman/Editor: Mustika Fitri