Dituntut Pidana Pasal 55 KUHP, Mira Amin: Tersangka Tidak Ada di Lokasi Kejadian

0
94
Mira Amin (Kiri) Ari Anugrah (Kanan) dalam konferensi pers LBH Makassar, Minggu (7/11) (Foto:Husen-Profesi).
Mira Amin (Kiri) Ari Anugrah (Kanan) dalam konferensi pers LBH Makassar, Minggu (7/11) (Foto:Husen-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Dalam pelaporan kasus penganiayaan dan pengrusakan di lingkup sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) surat pemanggilan dilayangkan oleh dua jurnalis UKM Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa (UPPM) yang sebenarnya mereka berdua tidak ada dilokasi kejadian pada saat itu.

Dalam Konferensi Pers Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Mira Amin selaku perwakilan LBH Makassar menyatakan pendapat bahwa dua jurnalis UKM UPPM UMI tidak ada dilokasi saat kejadian tersebut dan mereka adalah korban yang sebenarnya, Minggu (7/11).

Mira Amin mengatakan kalau seharusnya pihak kampus itu lebih pro aktif untuk mengaktual kasus teman-teman, dan pada saat kejadian tersebut pun dua jurnalis tersebut tidak ada dilokasi tetapi mereka yang dipanggil pihak kepolisian dan UKM UPPM UMI jadi tokoh utama kasus tersebut.

“Sejauh ini seharusnya kampus ikut mengaktual kasus teman-teman karena mengingat kasus mereka adalah mahasiswa aktif UMI. Pengurus aktif yang ada pada saat kejadian tersebut berlangsung itu mereka berdua tidak ada, tetapi justru malah Ari dan Fahmi itu yg jadi dipanggil dan UKM UPPM UMI jadi tokoh utama kasus tersebut,” katanya.

Terakhir, Mira mengatakan Ari dan Fahmi kaget setelah mendapatkan surat pelaporan pengrusakan dan penganiayaan, padahal jika ingin di sisir lebih lanjut justru yang dirusak adalah sekretariat UKM UMI dimana seharusnya mereka adalah korban bukan menjadi saksi atas kasus tersebut.

“Kaget pastinya, bingung juga kenapa sampai ada laporan ini, padahal kalau mau diusut itu yang dirusak kan sekretariat UKM harusnya mereka yang jadi korban tetapi malah dilaporkan dan tidak ada sama sekali tanggapan dari kampus untuk memediasi antar pelapor, pemilik alat berat, dan mahasiswa UMI pada saat itu,” jelasnya. (*)

*Reporter: Aliefiah Maghfirah Rahman/Editor: Mustika Fitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini