Yenni Yusuf Sebut Kombinasi Sains dan Teknologi Penting untuk Pengembangan Vaksin

0
60
Yenni Yusuf saat menyampaikan materi pada Webinar Biology Open Day 2021, (Foto: Trisakti Akbar).

PROFESI-UNM.COM – Webinar Nasional dengan tema “Optimalisasi Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Pendidikan Sains dan Teknologi di Era 4.0” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan beberapa pemateri. Salah satu pemateri, Yenni Yusuf membawakan materi terkait Panduan Vaksin Covid-19, Rabu (3/11).

Melalui room virtual, Yenni menjelaskan struktur virus Covid-19 hingga proses terbentuknya antibodi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

“Kita harus mengenal dulu bagaimana struktur virus corona itu, jadi pada virus corona itu ada yang namanya spike protein yang nanti akan memberikan kandungan reseptornya di sel. Ada juga envelope protein, kemudian nucleocapsid protein, yang nantinya itu semua bisa menginduksi antibodi,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Yenni mengatakan mengatakan antibodi dapat terbentuk jika protein spike dapat dinetralisir.

“Kita harus menetralisir protein spike itu sehingga nanti ada antibodi yang bisa berikatan dengan reseptor,” katanya.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin itu juga mengungkapkan meskipun vaksin memiliki cara kerja yang berbeda, tetapi tujuannya tetap untuk menginduksi respon imun terhadap protein spike dari Covid-19.

“Sampai sekarang saya lihat sudah ada 24 daftar vaksin untuk Covid yang sudah di-approve, meski begitu tujuannya sama, yaitu menginduksi respon imun terhadap protein spike dari virus SARS-CoV-2 atau yang kita kenal virus corona,” ungkapnya.

Ia juga memberikan penjelasan terkait efek samping setelah melakukan vaksinasi Covid-19. Menurutnya, vaksin memang memiliki efek samping, tetapi lebih baik mencegah Covid-19 daripada mencegah efek samping dari vaksin tersebut.

“Vaksin Covid memang kadang ada efek sampingnya namun dianggap aman, karena semua orang yang melaporkan efek samping pada penelitian awal itu semuanya bisa membaik, tidak ada yang menjadi lebih parah,sehingga lebih baik mencegah Covid-nya meski dengan efek samping itu,” jelasnya

Terakhir, Ia mengatakan riset pengembangan vaksin sangat didorong oleh sains dan teknologi, sehingga diperlukan peran inovasi-inovasi di bidang tersebut untuk mendukung pengembangan vaksin.

“Kombinasi sains dan teknologi sangat penting dalam riset pengembangan vaksin, kita dapat berperan dalam tahap tertentu pada riset vaksin,” tuturnya.(*)

*Reporter: Trisakti Akbar/ Editor: Sumaya Nursyahidah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini