Buku Psikologi Perkembangan Anak (Foto: Int.)
Buku Psikologi Perkembangan Anak (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Pola asuh terdiri dari dua kata yaitu pola dan asuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pola berarti corak, model, sistem, cara kerja, bentuk (stuktur) yang tetap. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988, 54) Adapun kata asuh adalah menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil, membimbing, dan memimpin satu badan atau lembaga. pengan demikian, pola asuh adalah sistem, cara kerja atau bentuk dalam upaya menjaga, merawat, mendidik dan membimbing anak kecil supaya dapat berdiri sendiri.

Pengertian pola asuh anak dalam keluarga bisa ditelusuri dari pedoman yang dikeluarkan oleh Tim Penggerak PKK Pusat (1995), yakni: usaha orangtua dalam membina anak dan membimbing anak baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa (18 tahun). Pola asuh merupakan instrumen yang sangat penting dan wajib diketahui dalam membantu proses perkembangan anak. Ini menjadi penting karena jika pola asuh yang dilakukan salah maka akan berdampak pada tumbuh kembang anak baik secara psikis, kognitif dan motorik.

Menurut Kagan dan lainnya (Bronfenbrenner, 1985) anak pada umumnya membutuhkan: 1) merasakan nilai dari orangtua dan beberapa orang dewasa tertentu seperti guru dan kerabat: 2) mengembangkan sikap pribadi mereka dan menjadi diri mereka: 3) mengembangkan kemampuan yang dinilai oleh masyarakat: dan 4) menerima orientasi seks mereka serta merasa sukses dalam mencintai orang lain dan menerima cinta orang lain. Santrock (2002) mengatakan yang dimaksud dengan pola asuh adalah cara atau metode pengasuhan yang digunakan oleh orangtua agar anak-anaknya dapat tumbuh menjadi individu-individu yang dewasa secara sosial.

Kompetensi sebagai orangtua sekarang membutuhkan pengetahuan dan berbagai pendekatan untuk membimbing anak-anak menuju kedewasaan. Meskipun ada banyak strategi dalam mengasuh anak, masing-masing biasanya berfokus pada pengembangan kebutuhan emosional kedua orangtua dan anak-anak. Jadi, pola asuh orangtua adalah suatu interaksi antara orangtua dan anak.

Orangtua bermaksud untuk memberikan rangsangan kepada anaknya dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku, pengetahuan serta nilai-nilai yang di anggap tepat oleh orangtua agar anak menjadi mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal.

Menurut Hoffman dan Lippit (dalam Mussen, 1970) bahwa Pola asuh orangtua dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Faktor Keluarga
    Melalui pengalaman orangtua saat dia masih kecil, biasanya, orangtua menerapkan pola asuh yang sama terhadap anaknya.
  2. Faktor Pendidikan
    Pendidikan orangtua memengaruhi pola asuh yang diterapkannya kepada anak, pendidikan dapat memengaruhi pola pikir orangtua dalam mendidik anak.
  3. Keadaan dalam Keluarga
    Meliputi jumlah anak, semakin banyak anak maka semakin kurang maksimal pola asuh yang diterapkan oleh orangtua karena perhatian orangtua harus terbagi-bagi. Jenis kelamin, keadaan social ekonomi keluarga, faktor budaya dan lingkungan, faktor tempat tinggal dalam hal ini tinggal di desa atau di kota juga memengaruhi pola asuh orangtua dalam keluarga.
  4. Karakteristik pribadi anak
    Meliputi kepribadian anak, konsep diri, kondisi fisik (apakah cacat atau normal) dan kesehatan fisik karena anak yang berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian yang ekstra dan tidak boleh lepas dari pengawasan orangtua.

Tulis ini dikutip dari Buku Ajar Psikologi Perkembangan Anak yang ditulis oleh Dr. Muh. Daud, S.Psi., M.Si, Dr. Dian Novita Siswanti, M.Si., M.Psi., Psikolong, dan Novita Maulidya Jalal, M.Psi., Psikolog diterbitkan oleh Kencana. (*)

*Reporter: Sri Bulan/ Editor: Sumaya Nursyahidah