Screenshot Salinan Permendikbud Ristek tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. (Foto: Ist.)
Screenshot Salinan Permendikbud Ristek tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Republik Indonesia, Nadiem Makarim mengeluarkan aturan mengenai pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual (KS) di kampus. Aturan ini diundangkan pada Jumat, (3/10/2021) lalu.

Aturan KS tercantum lewat Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Permendikbud-Ristek ini juga dikeluarkan akibat tidak adanya payung hukum tetap untuk melindungi korban KS di lingkungan kampus.

“Betul (ada Permendikbud Ristek tentang kekerasan seksual di kampus),” kata Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek, Nizam, dikutip dari Kompas.com.

Permendikbud Ristek ini berisi 9 bab dan 57 pasal yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Tak hanya itu aturan ini juga berisi perihal pemantauan dan evaluasi dari pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Seperti diketahui, Nadiem telah lama mengatakan akan mengeluarkan regulasi penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Menurutnya bila aturan ini dikeluarkan maka akan dipantau secara real time oleh Kemendibudristek.

“Isu-isu KS ini tidak bisa mentok di perguruan tinggi, kuncinya adalah menciptakan multi-channel untuk meningkatkan transparansi agar tercipta check and balance di internal kampus,” jelas Nadiem dalam diskusi daring “Ngobrol Intim: Yang Muda, Yang Berjuang untuk Setara”, Rabu (28/4) lalu. (*)

*Reporter: Agatoni Buttang