Ilustrasi Mengobservasi. (Foto:Int).

PROFESI-UNM.COM – Salah satu model observasi yang paling sederhana adalah anecdotal record. Anecdotal record merupakan salah satu model dalam observasi, di mana ketika pencliti melakukan observasi, Ia hanya membawa kertas kosong, saja untuk mencatat perilaku yang khas, unik dan penting yang dilakukan subjek penelitian.

Biasanya, perilaku yang dicatat dengan metode anecdotal record merupakan perilaku yang memiliki keunikan tersendiri serta hanya muncul sesekali saja. Keunikan perilaku menjadi dasar dalam penggunaan model ini. Jika perilaku yang diobservasi merupakan perilaku yang akan sering muncul, sebaiknya tidak menggunakan model ini.

Dalam metode anecdotal record, observer mencatat dengan teliti dan merekam perilaku-perilaku yang dianggap penting dan bermakna sesegera mungkin seteiah perilaku tersebut muncul. Catatan tersebut harus sedetail dan selengkap mungkin sesuai dengan kejadian yang sepenarnya tanpa mengubah kronologisnya.

Dalam mietode anecdotal record, peneliti juga dapat menafsirkan makna dari perilaku yang muncul, menurut pendapat dan sudut pandang peneliti sepanjang penafsiran dan makna menurut pencliti berfungsi sebagai pendukung dari makna yang sebenarnya.

Keterlibatan sudut pandang dan pemahaman peneliti dalam menafsirkan arti di balik perilaku dengan menggunakan model ini sangat penting. Sehingga walaupun terlihat sederhana dalam penggunaannya, metode ini sebenarnya membuluhkan keahlian tersendiri dalam menatsirkan perilaku unik yang muncul.

Terdapat beberana kelebihan dan kelemahan dari model anecdotal record, antara lain (Herdiansyah, 2010):

Kelebihan Metode Anecdotal Record

  1. Penggunaannya Sangat sederhana karena hanya bermodalkan alat tulis yang sederhana (kertas dan pulpen).
  2. Ketika peneliti memilih metode anecdotal record, pemahaman yang lebih tepat dan akurat dari tingkah laku unik dan spesifik lebih mudah didapatkan. Latar belakang munculnya perilaku unik, khas dan spesifik dapat dengan mudah diperoleh dan dijelaskan.
  3. Dengan diperolehnya latar belakang munculnya perilaku unik dan khas tersebut, akan memudahkan peneliti dalam menarik tema-tema dan kesimpulan umum dari perilaku yang muncul.

Kelemahan Metode Anecdotal Record

  1. Waktu yang dibutuhkan sangat banyak. Terkadang perilaku yang unik dan khas, kemunculannya tidak dapat diprediksi. Perilaku tersebut dapat sering muncul, atau kadang hanya muncul sesekali saja dengan rentang waktu yang panjang.
  2. Sulit diterapkan kepada subjek teliti yang banyak atau komunal. Biasanya anecdotal record banya dilakukan dalam konteks individual saia, sehingga keakuratan daiam mengobservasi perilaku yang khas dan spesifik dapat lebih optimal.
  3. Membutuhkan kecermatan dan kejelian yang tinggi dari peneliti. Terkadang perilaku yang khas dan unik, tidak terjadi secara eksplisit tapi kadang masih berupa simbal yang implisit. Dibutuhkan kecermatan dalam menginterpretasikan simbol tersebut menjadi suatu temuan yang berarti.
  4. Kecenderungan peneliti untuk memisahkan perilaku dari perilaku yang lainnya. Ingatlah selalu bahwa hampir Setiap perilaku yang muncul, selalu merupakan bagian dari perilaku secara keseluruhan.

Terkadang, peneliti hanya melihat dan menginterpretasi perilaku secara parsial, atau perilaku yang diamati saja. Ini dapat menjadi kesalahan interpretas: karena setiap perilaku yang muncul pasti memiliki kaitan dengan perilaku yang lain.

Sebagai contoh, seorang anak yang sedang diobservasi melakukan perilaku agresi berupa pemukulan terhadap anak lainnya. Jika peneliti memisahkan perilaku dengan perilaku lainnya, maka kesimpulan yang didapat adalah, anak tersebut sangat agresif dan membahayakan anak lainnya.

Tetapi jika kita lihat perilaku secara keseluruhan, mungkin saja anak cersebut melakukan perilaku agresi karena untuk membela dirinya yang sebelumnya ia dilukai dan merasa terancam oleh perilaku anak yang lain.

Tulisan ini dikutip dari buku Wawancara, Observasi, dan Focus Groups, olrh Haros Herdiansyah, M.Si. Diterbitkan oleh PT Raja Grafindo Persada tahun 2019 cetakan II. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili/ Editor: Sumaya Nursyahidah