Pamflet kegiatan. (Foto: ist)

PROFESI-UNM.COM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan, akan gelar Talkshow di Warkop Dottoro Boulevard, Kota Makassar, Senin, (25/10) besok. Talkshow ini bertajuk “Disrupsi Teknologi Digital; Antara Informasi dan Opini Publik”.

Digelar secara hybrid dimulai pukul 19.00 Wita, dengan mengundang lima pembicara, yakni Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, Ketua KPID, Sulsel Hasrul Hasan, Ketua IJTI Yadi Hendrian, serta Dewan Pertimbangan IJTI, Imam Wahyudi. Nantinya, sejumlah organisasi profesi yang ada di Makassar, akan ikut live interaktif melalui zoom.

Ketua IJTI Sulsel, Andi Muhammad Sardi, mengatakan, Talkshow Road to Kongres IJTI di Lombok akan membahas jurnalisme profesional di tengah disrupsi digital. Idho sapaan akrabnya, juga mengatakan, para pembicara akan mengupas lebih dalam profesionalisme seorang jurnalis dan media dalam menghadapi teknologi digital di era 4.0.

Talkshow dengan membahas disrupsi digital bertujuan menyatukan sudut pandang antara media, lembaga independen, dan pejabat pemerintahan terkait professional jurnalisme di tengah disrupsi digital,” ungkapnya.

Menurut Idho, disrupsi teknologi dan kebebasan pers saat ini menjadi dilema dalam tuntutan menghadirkan jurnalisme berkualitas. Ia mengatakan, informasi adalah oksigen di negara demokasi yang menjadi barang publik.

“Jika kualitas informasi yang diberikan untuk publik tidak berkualitas, bisa berdampak pada kualitas demokrasi,” katanya.

Lebih jauh Idho menjelaskan, di era disrupsi teknologi, informasi di internet, justru dimanipulasi oleh opini-opini publik yang dilakukan pasukan siber yang disebutnya sebagai tentara bayaran. Mereka melakukan manipulasi opini publik secara sistematis, sehingga sesuatu yang sebenarnya tidak ada akhirnya dianggap publik ada.

Menyikapi persoalan-persoalan tersebut, talkshow nantinya akan membahas tiga topik utama, yakni tantangan yang dihadapi oleh jurnalis dan industri media di tengah disrupsi digital 4.0; tantangan yang dihadapi oleh industri media dan jurnalis saat ini menghadapi manipulasi opini dari publik, dan langkah yang dilakukan untuk optimalisasi peran media dan jurnalis kedepan untuk menguatkan demokrasi indonesia.

“Tantangan jurnalisme berkualitas yang dibahas di antaranya adalah adanya ekonomi politik konglomerasi media, budaya talking dan clickbait, manipulasi opini publik di media sosial, rendahnya kesadaran publik tentang jurnalisme berkualitas sebagai tanggungjawab bersama dan kekerasan terhadap jurnalis,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Road to Kongres VI IJTI di Lombok Nusa Tenggara Barat (29-31/10) mendatang. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A