Pemimpin Jepang Kaisar Hirohito. (Foto: Int)

“Musuh telah mulai menggunakan bom baru yang paling kejam,” kata Kaisar Hirohito saat Jepang menyerah, Agustus 1956.

PROFESI-UNM.COM – Kaisar Hirohito lahir pada 29 April 1901 di Tokyo. Nama kekaisaran yang dipilih untuk Hirohito adalah Showa berarti kedamaian yang terang. la secara pribadi sesungguhnya sangat berkeinginan menghindari perang, namun ketika Jepang terlibat dalam Perang Dunia Kedua, ia menolak meninggalkan ibukota untuk menyelamatkan diri. la mengatakan ingin merasakan hal yang sama dengan yang dialami rakyatnya.

Penyerahan diri Jepang merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Sebagai monarki yang bertahta paling lama dalam sejarah modern. Hirohito menyaksikan sendiri transformasi singgasana Jepang, dari sesuatu yang sakral menjadi institusi simbolik. la wafat pada tanggal 7 Januari 1989 di Tokyo.


Pada tanggal 6 Agustus 1945, sebuah pesawat Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pertama di basis militer Jepang di Hiroshima. Bom ini membunuh 75.000-100.000 orang dan menghanguskan seluruh kota. Jepang tidak segera memberikan respons. Tiga hari kemudian, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki, mengakibatkan kehancuran menyeluruh. Tidak lama sesudahnya, Kaisar Jepang Hirohito mengubah tradisi dengan menyiarkan sebuah pidato melalui radio kepada rakyatnya, guna mengumumkan penyerahan diri Jepang dalam Perang Dunia Kedua.

Amerika memerangi Jepang sejak terjadinya serangan Jepang terhadap armada Pasifik Amerika yang berpangkalan di Pearl Harbour, Hawaii, pada tahun 1941. Selama berperang dengan Amerika, serdadu Jepang memperlihatkan kegagahan hebat, dan mereka lebih suka mati daripada menyerah (yang mereka anggap sangat memalukan).

Sampai bulan Maret 1945, Jepang masih terus berperang dengan gigih, sekalipun Tokyo mulai dibom habis-habisan sehingga menewaskan sekitar 83.000 warga sipil. Meskipun secara bertahap memenangi perang, Amerika sadar bahwa penaklukan Jepang takkan dapat dilakukan tanpa menimbulkan korban yang luar biasa besar.

Presiden Truman yang menggantikan Presiden Roosevelt yang wafat April 1945, berpendapat bahwa penggunaan bom atom akan mencegah jatuhnya korban dalam jumlah sangat banyak, sekaligus akan menyelamatkan ribuan nyawa prajurit dan tawanan perang yang dijadikan pekerja paksa, atau yang ditelantarkan atau dibiarkan kelaparan di penjara-penjara Jepang. Truman juga Ingin mengalahkan Jepang tanpa bantuan Rusia.

Dalam Konferensi Postdam tanggal 24 Juli, Truman sudah memberi tahu Stalin bahwa Amerika telah memiliki suatu senjata baru dengan kekuatan destruktif yang luar biasa. Pada awal Agustus bom dahsyat tersebut benar-benar dijatuhkan sehingga memaksa Jepang menyerah, sekaligus menyeret dunia ke dalam babak sejarah yang baru.

Lahir pada tahun 1901, Michinomiya Hirohito merupakan Kaisar ke-124 Jepang. la juga merupakan putra mahkota Jepang pertama yang melawat ke luar negeri ketika ia mengunjungi Eropa pada tahun 1921. Sebagai pemuda yang menaruh minat keilmuan pada biologi kelautan, Hirohito adalah sosok sederhana yang sangat dihormati rakyatnya.

Hirohito naik tahta pada tahun 1926 dan ia secara pribadi berusaha menentang kecenderungan berperang Jepang, khususnya ketika Jepang menyerang wilayah Manchuria dan menjalin persekutuan dengan Jerman di.tahun 1930-an. Meskipun konstitusi Jepang memberinya kekuasaan tertinggi (secara tradisional Kaisar Jepang dianggap dewa), dalam kenyataannya Hirohito hanya dapat mengesahkan semua kebijakan yang sudah ada, serta tidak berdaya menghadapi militer Jepang yang kian agresif.

Pada tahun 1945, ketika bangsa Jepang terbelah antara mereka yang hendak menyerah dengan yang ingin terus berperang mempertahankan tanah airnya, Hirohito memutuskan untuk segera mengusahakan perdamaian. Setelah pernyataannya yang menerima Konferensi Postdam disiarkan, sebuah konstitusi baru segera disusun di bawah pemerintahan pendudukan Amerika.

Dalam konstitusi baru, kekuasaan Kaisar sama sekali dihapuskan. Hirohito dibiarkan mempertahankan tahtanya, namun di tahun 1946 ia menyiarkan sendiri keyakinannya bahwa ia bukan dewa. Sedikit demi sedikit keluarga monarki Jepang memang berusaha mendekatkan diri kepada rakyatnya. Di tahun 1958, putra sulung Hirohito, putra mahkota Akihito, menikahi orang biasa (Michiko Soda).

Pada tahun 1972 Hirohito kembali melawat ke Eropa dan sempat bertemu sebentar dengan Presiden Nixon di Alaska. la melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Amerika Serikat di tahun 1975. Kaisar Hirohito wafat di Istana Kekaisaran di Tokyo pada tahun 1989 setelah menderita sakit cukup lama.

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul “Pidato-Pidato yang mengubah dunia” yang ditulis oleh Simon Sebag Montefiore Diterbitkan oleh Erlangga. ()

*Reporter: Fikri Rahmat Utama