Lensa pada kamera (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Ada banyak jenis lensa yang beredar di pasaran. Tiap-tiap lensa digunakan untuk kebutuhan yang berbeda. Karena setiap lensa dijual dengan harga mahal bahkan lebih mahal dibanding body DSLR maka Anda harus mencermati variable-variabel serta kebutuhan penggunaan lensa secara tepat. Bagi orang awam, satu lensa dengan lensa lain mungkin dianggap tidak memiliki perbedaan. Tapi bagi para profesional, salah memilih lensa bisa berarti “bencana”.

1.Lensa Telephoto
Biasa juga disebut lensa tele karena mampu membidik obyek yang sangat jauh. Para fotografer olah raga dan kehidupan alam liar senang sekali menggunakan lensa ini karena mereka tidak perlu mendekati obyek (entah karena tidak boleh atau berbahaya). Lensa telephoto juga biasa digunakan untuk pemotretan candid (spontan). Dalam pemotretan candid, si fotografer hanya perlu selalu membidikkan lensa kameranya terus menerus menghadap obyek yang dituju. Jika ada momen menarik, ia langsung menjepretkannya tanpa diketahui oleh si “korban”.

Lensa telephoto mudah dikenali dari bentuknya yang panjang. Selain itu, angka yang tertera pada lensa telephoto selalu lebih besar dari 50mm, bahkan mencapai angka di atas 100mm. Semakin besar angkanya, daya jangkau lensa ini juga semakin jauh.Lensa 50mm
Lensa 50mm disebut juga dengan lensa normal. Mengapa? Karena lensa ini merepresentasikan mata kita ketika melihat obyek yang ada di depan mata. Lensa seperti ini memiliki jangkauan kira-kira 46 derajat dan lebih dipilih oleh orang yang ingin menggunakan kamera untuk keperluan dokumentasi pribadi.

2.Lensa Wide-Angle
Lensa wide-angle ditandai dengan munculnya angka-angka kecil pada lensa, misalnya 6mm, 18mm, 28mm, dan angka lain di bawah 50mm. Semakin kecil angkanya, jangkauan area yang bisa dipotret juga semakin lebar. Lensa jenis ini cocok dipakai untuk memotret pemandangan, arsitektur, atau foto-foto yang menciptakan kesan kedalaman yang ditandai dengan besarnya obyek yang ada di bagian depan dan semakin mengerucut atau mengecilnya obyek-obyek lain yang ada di belakangnya. Lensa wide-angle memang tidak dirancang untuk pemotretan obyek terutama wajah manusia dari jarak dekat. Alasannya sederhana. Wajah akan tampak cembung dan gendut.

3.Lensa Zoom
Lensa Zoom memiliki rentang focal length tertentu, misalnya 35mm – 350mm. Karena memiliki rentang tertentu, maka kita bisa memotret obyek dari jarak dekat maupun jauh. Lensa Zoom merupakan pilihan yang ideal untuk memotret karena kita tidak perlu membeli dua lensa sekaligus yang berbeda focal length-nya. Ingat, dua buah lensa yang berbeda menimbulkan kerepotan sendiri karena kita harus mengganti terus menerus lensa itu ke body kamera untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda-beda.

4.Lensa Makro
Pernah melihat foto semut sedang gotong royong mengangkat daun? Atau foto capung serta kumbang sedang “menclok” di daun? Bagaimana caranya hewan-hewan ultra kecil itu bisa dipotret dengan baik dan detail? Rahasianya, para fotografer itu memanfaatkan lensa makro. Umumnya, lensa makro memiliki depth of field yang sempit sehingga tidak heran, jika Anda memotret semut, area sekitar tempat semut itu berada dalam keadaan kabur (blur). Jadi, satusatunya obyek yang terfokus secara tajam adalah si semut itu sendiri. Karena mengejar ketajaman gambar dan fokus pada obyek utama, sebaiknya Anda “mengikat” kamera berlensa makro menggunakan tripod agar ketika menekan tombol rana, kamera itu tidak bergoyang. Karena obyek diperbesar di depan lensa, goyangan ringan sedikit saja akan membuat foto tampak bergetar.

Bagaimana cara mengenali lensa makro? Sederhana saja. Semua lensa makro pasti diberi identitas “Macro”.

Tulisan ini dikutip dari buku “Kuasai fotografi digital dan DSLR dari nol” oleh Jubilee Enterprise Ardiyanto Nugroho. Diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo, tahun 2012. (*)

*Reporter: Ahmad Husen /Editor: Murni