ilustrasi_pengeroyokan. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Ketua Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HMDKV) mengungkapkan kronologi penyerangan terhadap mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar yang terjadi pada Rabu (6/10).

Diketahui sebanyak tiga orang mahasiswa DKV UNM yang menjadi korban dalam penyerangan tersebut.

“Berdasarkan kesaksian korban pada kami, korban sedang duduk di halaman sekitar parkiran kampus, kemudian tiba-tiba datang sekelompok orang yang berjumlah 10 orang menggunakan motor. Kelompok tersebut kemudian mengeroyok dan menyerang dengan pukulan, tendangan, menggunakan helm, dan menusuk dengan kunci motor,” ungkapnya.

Ketua HMDKV juga menjelaskan bahwa korban telah didampingi untuk melakukan Visum dan telah menyerahkan hasil Visum tersebut ke pihak kepolisian sektor (Polsek). Pihak HMDKV dan prodi tetap berikan jaminan keamanan dan dukungan bagi korban.

“Secara eksternalnya kami juga serahkan ke keluarga korban kalo dan catatan visum juga kemarin atas nama korban, jadi lembaga sifatnya hanya mendampingi,” katanya

Lebih lanjut, Faiz Akbar selaku ketua HMDKV membeberkan bahwa saat ini beberapa pelaku penyerangan sudah diketahui berkat kesaksian dari korban dan masih dalam tahap ditindaklanjuti oleh komisi disiplin.

“Kemarin komisi disiplin masih mengumpulkan data dan informasi kejadian. Sepertinya juga informasi yang dibutuhkan komisi disiplin sudah cukup lengkap untuk kemudian ditindaklanjuti,” jelasnya.

HMDKV bersama dengan pihak prodi tetap mengawal sampai kasus ini dapat diusut tuntas. Selain itu, Faiz akbar juga mengatakan bahwa HMDKV dan pihak prodi DKV tetap bersinergi entaskan keresahan yang ada.

“Dari awal HMDKV bersama dengan pihak prodi DKV sama-sama resah dan menuntut hal yg sama. kami akan tetap ebih mengawal komdis sampai sanksi keluar,” katanya.

Terakhir, Ketua HMDKV berharap komisi disiplin dapat menangani dengan segera dan fokus dalam menindaklanjuti fakta dan data yang telah didapatkan. HMDKV juga menegaskan agar birokrasi dapat memberi jaminan keamanan kepada mahasiswa nya.

“Sekarang kami masih menunggu bagaimana respon dari komdis untuk tangani kasus ini, semoga cepat diproses”, harapnya. (*)

*Reporter : Andi Nurul Izzah Ilham/ Editor: Fikri Rahmat Utama