Begini Kronologi Pembongkaran Paksa Sekretariat UKM UMI

0
118
Spanduk penolakan penggusuran paksa. Foto: Ist

PROFESI-UNM.COM – Pembongkaran paksa yang dilakukan pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendapat penolakan keras dari anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMI. Pembongkaran tersebut dinilai dipaksakan sepihak oleh pihak kampus, Sabtu (16/10).

Adanya penggusuran ini pihak UKM mengeluarkan surat kronologi. Adapun surat kronologi tersebut yaitu pada pukul 06.00 Wita beberapa petugas keamanan berkumpul di depan Auditorium Al-Jibra bersama dengan alat berat berupa excavator.

Tidak lama berselang, petugas dan alat berat mulai bergerak kearah sekretariat UKM. dari informasi yang diberikan bahwa, alat berat tersebut bukan untuk merubuhkan bangunan sekretariat melainkan hanya untuk melakukan penggalian di belakangnya.

Namun, pukul 06.55 Wita alat berat mulai membongkar bangunan sekretarian UKM dan dimulai dari UKM Seni. Menurut saksi, saat sekretariat UKM seni dirubuhkan masih ada orang yang tertidur di dalam ruangan.

Pada pukul 07.30 Wita terjadi bentrokan antara mahasiswa dan petugas keamanan, kepala keamanan UMI bahkan terlihat mempiting leher dan membanting pengurus UKM yang mencoba menghalau excavator hingga jatuh ke tanah. karena situasi yang makin tidak kondusif, alat berat dan beberapa petugas keamanan menjauh dari lokasi pembongkaran.

Setelah kejadian tersebut, jalan di depan Fakultas Agama Islam dan di samping Auditorium Al-Jibra di blokade oleh mahasiswa dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak penggusuran sekretariat UKM. UKM tergusur, UMI lautan api”.

Sebelumnya wacana pembangunan gedung UKM telah lama menuai polemik dikalangan para pengurus UKM UMI. Berbagai upaya penolakan telah dilakukan oleh Aliansi UKM UMI menolak pembongkaran dan rencana renovasi yang di wacanakan oleh pihak kampus, dengan alasan pembangunan gedung baru UKM tersebut tidak menjawab kebutuhan, dan dinilai serampangan dalam peroses perencanaanya. (*)

*Reporter: Fahmi Usta Wardani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini