Suasana penggusuran paksa sekretariat UMI. Foto: Ist

PROFESI-UNM.COM – Terjadi pembongkaran bangunan sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Sabtu (16/10). Pembongkaran ini dinilai dilakukan sepihak oleh pihak kampus pasalnya pembongkaran ini tidak berdasarkan persetujuan UKM.

Sebelumnnya pihak UKM UMI sempat mengajukan surat permohonan audiensi ke pimpinan kampus namun ditolak oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Nasrullah.

Dalam surat terbuka yang dikeluarkan oleh Aliansi UKM UMI menyatakan bahwa surat permohonan audiensi diajukan untuk menanggapi surat bertanggal 20 September 2021 dengan nomor 496/F.08/BAKA-UMI/IX/2021 berisi perintah pengosongan sektetariat UKM selambat-lambatnya Kamis, 23 September 2021.

Aliansi UKM UMI beranggapan wacana pembangunan gedung UKM telah lama menuai masalah di kalangan para pengurus UKM UMI. Rencananya di atas lahan yang diatasnya berdiri 7 UKM ini akan dirobohkan kemudian dibangun gedung berjumlah 20 ruangan dengan luas masing-masing 2,75 meter x 3 meter yang hanya dilengkapi dengan satu tolilet.

“Berbagai upaya penolakan terhadap pembongkaran dan rencana renovasi UKM telah dilakukan dengan alasan pembangunan gedung baru UKM tidak menjawab kebutuhan, dan dinilai serampangan dalam proses perencanaannya,” kata Aliansi dalam surat kronologi yang dikeluarkan.

Adapun menurut Wakil Rektor III UMI Nasrullah Arsyad mengklaim pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pembina setiap UKM yang ada di UMI.

“Juga seluruh UKM telah disurati untuk mereka ketahui bahwa akan ada dilaksanakan pembangunan Gedung Pusat UKM,” katanya dirilis dari Herald Makassar.

Namun nyatanya menurut aliansi sampai hari ini tidak ada itikad baik dari pihak kampus menjawab tuntutan dan keresahan yang disuarakan oleh mahasiswa, bahkan mendapat tindakan pengusiran ketika hendak menemui pimpinan.

*Reporter: Fahmi Usta Wardani