Buku Edisi Kesebelas Psikologi oleh Carole Wade, Carol Tavris, dan Maryanne Garry, (Foto: Sri Bulan).

PROFESI-UNM.COM – Bagaimana Anda belajar? Jika Anda seperti kebanyakan mahasiswa lainnya, maka strategi favorit Anda adalah membaca buku teks dan catatan, dan membacanya kembali (Karpicke, Butler, & Roediger, 2009). Anda mungkin mengira bahwa membaca dan membacanya kembali adalah cara terbaik dalam belajar. Ternyata tidak.

Penelitian psikologis telah mengungkap berbagai rahasia dalam belajar. Apa yang akan kami ungkapkan di sini adalah rahasia yang sebenarnya, terbukti berhasil di laboratorium dan di sekolah, mulai dari tingkat menengah pertama hingga universitas (McDaniel et al., 2011; McDaniel, Roediger, & McDermott, 2007; Roediger, Putnam, & Smith, 2011).

Jika kami hanya miliki satu kalimat untuk mengatakan rahasianya, itu adalah: Rahasia untuk berhasil adalah menguji diri Anda sendiri tentang apa yang telah Anda pelajar bertanya pada diri sendiri, mengingat jawabannya, mengulang mempelajari lagi apa yang tidak Anda ketahui, dan menguji diri Anda lagi dan lagi hingga Anda menguasai materi tersebut. Bahkan ketika Anda telah menguasainya, Anda harus tetap menguji diri Anda secara teratur sepanjang semester itu sehingga apa yang sudah Anda pelajari akan tetap melekat.

Baiklah, itu dua kalimat, tetapi rahasia ini sangatlah penting sehingga kami menyelipkan satu kalimat tambahan. Berikutnya adalah rahasia belajar dan berhasil dalam studi Anda secara detail.

Apa yang harus dilakukan sebelum kelas dimulai? Pengajar anda telah menugaskan bacaan tertentu dari buku ini dan mungkin dari beberapa sumber lainnya. Bagaimana anda akan mempelajari itu semua?

Rahasia 1: Gunakan teknik 3R: Read, Recite, Review (Baca, Ungkapkan, dan Ulangi) 

Misalnya, Anda harus membaca bab ini sebelum pertemuan berikutnya. Gunakan tiga langkah dasar berikut:

  1. Read(baca) bagian dari babnya. Kemudian, tutup : buku dan catatan Anda.
  2. Recite (ungkapkan) semua yang dapat anda ingat dari apa yang sudah Anda baca. Anda tidak memerlukan perlengkapan khusus. Anda dapat mengungkapkannya pada diri sendiri, teman, kucing anda, atau bahkan pada gelas kopi atau tanaman di kamar Anda.
  3. Review (ulangi) bagian itu dengan membacanya kembali untuk mengoreksi bagian yang salah, atau untuk mengulang informasi penting yang mungkin terlewat ketika Anda melafalkannya. Dalam suatu penelitian yang membandingkan efektivitas berbagai teknik belajar, tiga kelompok mahasiswa membaca entri-entri ensiklopedia yang panjang dan teknis (McDaniel, Howard, & Einstein, 2009).

Satu kelompok menggunakan teknik 3R, kelompok kedua membaca artikel tersebut dua kali dan tidak melakukan apa-apa lagi; yang ketiga membaca satu kali dan mencatat sembari membaca. Seminggu kemudian, mereka mengerjakan tes yang sama. Para mahasiswa yang menggunakan teknik 3R memiliki hasil tes yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan teknik lain. Selain itu, teknik 3R lebih sedikit memakan waktu dibandingkan dengan membaca dan mencatat.

Satu alasan keberhasilan teknik ini adalah ketika Anda melakukan R yang kedua (recite), Anda langsung mengetahui kesulitan yang Anda miliki dalam memahami, mempelajari, dan mengingat sehingga Anda tahu apa yang harus difokuskan ketika melakukan R yang ketiga (review).

Rahasia 2: Gali lebih dalam
Anda tidak dapat membaca buku teks dengan cara yang sama ketika Anda membaca halaman Facebook, yaitu singkat dan dangkal saja.

Banyak mahasiswa menganggap bahwa pikiran kita berfungsi seperti spons atau kantung. Anda tinggal menuang informasi ke dalamnya dan informasi tersebut akan menetap. Maaf saja. Agar informasi dapat menetap, Anda harus memprosesnya hingga Anda mengerti. Ketika Anda mengeluarkan usaha untuk memahami sesuatu, maka Anda memberi sinyal pada otak bahwa “sesuatu” itu pantas untuk diingat.

Suatu cara terbaik untuk melakukannya, yaitu ketika Anda membaca, koneksikan  informasi baru tersebut dengan informasi yang telah Anda ketahui. Sebagai contoh, Anda membaca empat perspektif dasar ilmu psikologi. Pada setiap perspektif itu, cobalah pikirkan: contoh dari materi yang telah Anda baca atau yang sesuai dengan kehidupan Anda: Banyak teman saya yang meminum obat untuk mengatasi depresi atau kecemasannya; hal tersebut sesuai dengan pendekatan perspektif biologis.

Rahasia 3: Gunakan imajinasi Anda
Mahasiswa yang memvisualisasikan ide lebih mengingat ide tersebut dibandingkan dengan mereka yang tidak. Bagian penting dari teknik ini adalah menginteraksikan imajinasi Anda. Terlepas dari apa yang Anda baca di laman-laman “Latih Otak Anda!”, Anda tidak perlu membayangkan gambar-gambar yang aneh; Anda hanya perlu menginteraksikan gambar-gambar tersebut (Wollen, Weber, & Lowry, 1972).

Jadi, ketika Anda membaca bahwa sel glia (dari Bahasa Yunani, “glue (lem)”) berperan penting dalam fungsi otak dengan menahan neuron pada tempatnya, Anda dapat membayangkan Anda sedang memberikan lem bernama “glia” ke neuron.

Rahasia 4: Uji diri sendiri
Misalkan, Anda telah membaca sebuah bab pada satu buku, sekarang saatnya untuk bagian mengungkapkan (rectite) mulailah dengan mengigat apa pun yang Anda bisa. Kemudian, lihatlah garis besar bab di halaman pertama bab dan gunakan bagian itu untuk membantu ingatan Anda. Periksa istilah-istilah di pinggir halaman, pahami definisinya, dan cobalah untuk mendefinisikannya dengan kalimat Anda sendiri. Catatlah jawaban tersebut, atau rekam dengan komputer, tablet, atau telepon genggam sehingga Anda dapat  mendengarkannya kembali. Sambil melakukannya, buatlah catatan tentang apa yang tidak Anda ingat, tetapi jangan melihat jawabannya dahulu. Jika sudah selesai, ulang kembali dan lihat seberapa baik Anda
memahami istilah di pinggir halaman atau menjawab  pertanyaan yang diberikan.

Sekarang, Anda siap untuk meninjau ulang. Kembali ke awal bagian bab itu dan bacalah kembali. Ingatlah bagian yang menghambat Anda ketika membaca; jika sudah selesai, pastikan Anda dapat menjawab pertanyaan yang sebelumnya tidak dapat Anda jawab.

Di seluruh bagian bab, Anda akan melihat bagian “Ungkapkan & Tinjau,” yang akan membantu Anda menerapkan rahasia pembelajaran. Dengan “mengungkapkan”, Anda akan dipaksa untuk melafalkan jawaban dengan suara keras.

Apa yang Harus Dilakukan di Kelas?
Rahasia 5 Tegakkan kepala dan bersiap mencatat

Kuliah bukan seperti sebuah DVD. Anda tidak dapat menekan tombol Paush. Selain itu, jika Anda tidak memperhatikan, Anda akan melewatkan hal penting dan bahkan tidak menyadarinya. Jadi, ketika berada di kelas, jangan berbicara dengan teman Anda, berkirim pesan teks, atau mencari-cari gambar kucing lucu di Internet.

Membuat catatan yang baik penting bagi Anda. Terdapat keseimbangan dalam mencatat: Pada satu sisi, Anda ingin catatan Anda akurat dan lengkap; pada sisi lain Anda tidak ingin catatan itu seperti transkrip karena dengan begitu, hal-hal penting akan sulit ditemukan. Ellot Aronson (2010), salah satu psikolog sosial terbaik di bidangnya, menulis tentang semester pertamanya saat kuhah: “Saya mendapati bahwa saya tidak pernah belajar bagaimana menjadi seorang mahasiswa. Saya bahkan tidak tahu cara mencatat. Saya hanya duduk di kelas, mendengarkan pengajar sambil mencorat-coret seadanya. Ketika ujian tengah semester tiba, saya melihat catatan kuliah saya dan menyadari bahwa catatan itu terlihat tidak cerdas.”

Sembari mendengarkan pengajar Anda, Pikirkan bagaimana apa yang Anda dengar terhubung dengan apa yang telah Anda ketahui Tulislah dalam bentuk kata kunci dan frasa, bukan kalimat lengkap dan Paragraf seperti yang dilakukan petugas pengadilan. Tindakan mengubah apa yang Anda dengar dan menyaringnya menjadi komponen penting akan menjadikan informasi tersebut lebih bermakna.

Anda mungkin berpikir jika para pengajar mengizinkan Anda untuk merekam atau memberikan bahan ajar mereka, maka Anda tidak perlu lagi mencatat. Namun, kedua hal itu tidak akan melatih Anda untuk berpikir dan keduanya tidak harus mengerjakan ujian.

Rahasia 6: Rapikan catatan Anda

Segera setelah kelas usai, lakukan apa yang dilakukan oleh Elliot Aronson (2010). Mengingat nilai ujian tengah semesternya yang tidak bagus akibat catatan yang tidak  rapi, Aronson menerapkan strategi baru: “Di akhir setiap kelas, saya akan mencari sudut ruangan, terkadang bahkan  anak tangga terdekat, untuk membaca kembali catatan  acak saya dan merapikannya dalam satu atau dua halaman. Di akhir semester, ketika waktunya mempersiapkan diri untuk ujian akhir, catatan itu menjelaskan inti dari kuliah.
Lebih dari itu: Catatan saya mengungkap cakupan dan pola pikir para pengajar dan cara mereka melengkapi bahan bacaan. Saya telah mengambil langkah pertama: untuk menguasai seni memahami suatu topik. Saya menyadari bahwa saya juga belajar untuk menyukai belajar dan, mungkin yang paling penting, saya belajar untuk berpikir kritis dan membuang hal-hal yang tidak penting. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya memahami arti menjadi seorang mahasiswa.”

Pengalaman “aha!” tersebut juga dapat memicu Anda. Ketika Anda membaca kembali catatan Anda, pusatkan pada informasi yang berasal dari ruang kelas. Apabila catatan Anda penuh dengan coretan, tanda panah, asterisk, definisi yang hilang, dan frasa yang tidak masuk akal, atur dan tulis kembali. Masukkan definisi atau informasi yang hilang lainnya dengan melihat buku teks, catatan rekan, atau bertanya pada asisten pengajar atau pada pengajar. Cara ini adalah cara lain untuk menguji diri Anda dan mengisi hal-hal yang tidak Anda ketahui.

Belajar untuk Ujian
Rahasia 7: Sekali Anda mempelajarinya, jangan dikesampingkan
Anda mungkin tergoda untuk melewati bagian bab yang Anda yakin mengetahuinya. Jangan lakukan. Alih-alih, manfaatkan temuan penelitian yang berguna Ini: (Maha)siswa yang menguji diri sendiri dengan mengingat kembali informasi yang telah mereka ingat sebelumnya mendapatkan hasil ujian dua kali lebih baik daripada mereka yang tidak melakukannya (Karpicke & Roediger, 2007).

Rahasia 8: Lupakan cramming!
Dalam perjalanannya, banyak mahasiswa menyimpulkan bahwa belajar untuk ujian berarti terjaga sepanjang malam, minum kopi bergalon-galon, membaca ulang buku teks dan catatan sampai mata memerah. Bahkan, banyak mahasiswa yang memutuskan apa yang akan dipelajari kemudian berdasarkan tenggat waktunya. Hanya sedikit mahasiswa yang membuat jadwal belajar dan disiplin dengan jadwal tersebut (Kornell & Bjork, 2007).

Masalah dengan cramming adalah bahwa Anda akan merasa yakin bahwa Anda telah mengetahui materi tersebut. Kenyataannya, meskipun Anda mengingat beberapa hal, itu tidak akan bertahan lama. Hal ini karena Anda tidak menyisihkan waktu untuk mengatur informasi itu ke dalam memori secara berulang, menghubungkannya dengan apa yang telah Anda ketahui, dan menyusun jalan mental yang akan membantu Anda mengambil kembali informasi tersebut, misalnya ketika ujian. Itu salah satu alasan banyak mahasiswa yang “lupa” ketika ujian.

Terdapat alternatif bagi para pembelajar-semalam. Alih-alih menjejalkan semua usaha Anda ke dalam satu bagian besar waktu, uji diri Anda sendiri secara teratur selama semester tersebut, misalnya seminggu sekali (Bjork & Bjork, 2011), dan pastikan untuk memasukkan materi yang telah Anda ketahui dalam sesi tes. Rahasia untuk berhasil dalam ujian besok tidaklah berbeda dengan rahasia untuk berhasil di semester itu.

Rahasia 9: Lupakan “gaya belajar” Anda

Jika Anda pernah mengambil tes yang mengatakan bahwa Anda adalah seorang pembelajar “visual”, apakah itu berarti Anda akan kesulitan mengambil informasi dalam kuliah, terutama jika dibandingkan dengan rekan Anda yang merupakan pembelajar “auditoris”? Untungnya, jawabannya adalah tidak. Tidak terdapat bukti bahwa orang akan belajar dengan lebih baik jika metodenya sesuai dengan preferensi mereka dan tidak terdapat bukti apabila penggunaan metode belajar yang tidak sesuai dengan preferensi seseorang adalah tidak efektif (Pashler et al., 2008).

Memvisualisasikan materi membantu semua orang, begitu pula dengan mendengar secara aktif. Bahkan, tes gaya belajar tampaknya tidak berarti apa-apa kecuali menghasilkan keuntungan bagi perusahaan yang melakukannya. Kesembilan rahasia belajar ini sesuai bagi semua tipe mahasiswa. Ini berarti, Anda.

Dalam kuliah ini, Anda akan memuaskan keingintahuan Anda tentang sifat manusia, memperoleh wawasan tentang isu politik dan sosial, dan mempelajari teknik-teknik yang dapat Anda gunakan untuk mengendalikan emosi, meningkatkan memori, dan mengurangi kebiasaan yang tidak diinginkan. Kami berharap Anda akan menikmati dan mengingat apa yang Anda baca. Akhirnya, rahasia kesepuluh adalah: Bagaimana pun bagusnya kuliah dan buku teks, keduanya tidak akan melakukan tugas Anda.

Tulisan ini dikutip dari buku “Edisi Kesebelas Psikologi” oleh Carole Wade, Carol Tavris, dan Maryanne Garry. Pada halaman 31-33 Diterbitkan oleh Penerbit Erlangga, Tahun 2016. (*)

*Reporter: Sri Bulan/Editor: Mustika Fitri