Foto bersama mahasiswa KKN PPL Terpadu Kabupaten Maros Angkatan XXI. (Foto- Dokumen Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Beberapa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) penempatan Kabupaten Maros keluhkan penelantaran yang diduga dilakukan oleh pihak Universitas Negeri Makassar (UNM). Bus yang mengangkut mahasiswa KKN tersebut nyatanya hanya mengantar sampai di Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Cabang Wilayah 1.

Salah seorang mahasiswa KKN, Ani (disamarkan) mengaku kecewa dengan pelayanan bus karena hanya mengantarkan setengah jalan. Padahal kata Ani orangtuanya berniat mengantar hingga ke lokasi penempatan namun Ia urungkan karena mengira bus akan mengantar ketempat tujuan.

“Andaikan kutau na antarpa orang tuaku, karena saya kira mauji diantar sampai posko sama bus,” ujar Ani, Rabu (13/10).

Sama halnya Ani, Mahasiswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan UNM terkesan menelantarkan apalagi mahasiswa sampai patungan untuk bisa sampai di lokasi.

“Kayak menelantarkanmi ini, sampai-sampai kita patungan bayar bus,” keluhnya.

Lebih lanjut, Salah satu supir bus menjelaskan bahwa tindakan itu sesuai dengan perjanjian dengan pihak kampus. Bahkan Ia meminta biaya tambahan dari mahasiswa jika ingin diantar hingga posko.

“Ini sesuai dengan perjanjian pak kalau mauki tambah uang solar bisa diantar,” ujarnya.

Terlihat beberapa Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang turut melobi supir bus agar mahasiswa bisa diantar sampai ke tujuan. (*)

*Reporter: Mustika Fitri