Peserta Tes Toefl (foto- Ist).

PROFESI-UNM.COM– Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mewajibkan mahasiswa mengikuti Test Of English as a Foreign Language prediction (tes TOEFL prediksi) agar bisa mengikuti sidang sarjana. Syarat tersebut menimbulkan berbagai macam reaksi dari mahasiswa.

Beberapa mahasiswa dari berbagai fakultas mengaku tertekan dengan adanya kebijakan itu. Seperti yang diungkapkan salah satu mahasiswa, Nurul. Ia mengatakan UNM telah menetapkan skor minimal TOEFL 200-299, bagi mahasiswa nonpendidikan Bahasa Inggris ini terlalu berat, wajar karena fokus pendidikan tidak ada kaitannya dengan bahasa Inggris.

“Kalau saya pribadi merasa agak berat karena sementara mempersiapkan penyelesaian studi ini saja dan di kuliah itu fokus pendidikannya tidak ada bahasa inggris,” katanya.

Lain halnya dengan Nurul, Salah seorang mahasiswa, Nisa mengaku setuju dengan adanya tes TOEFL. Ia merasa tertantang menghadapi tes ini.

Kata Nisa, skor tes TOEFL menjadi bagian persyaratan untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 baik beasiswa maupun menggunakan biaya pribadi. Hal ini berlaku di perguruan tinggi dalam dan luar negeri (English-American).

“Bayangkan saja bila calon mahasiwa tidak menguasai bahasa Inggris, pastinya tidak akan mampu memahami pelajaran di luar negeri, bahasa Inggris menjadi kebutuhan sekarang ini,” ungkap Nisa. (*)

*Reporter: Elfira

Baca juga: Rektor Tetapkan Tes Profisiensi English Score Jadi Syarat Ujian Akhir Mahasiswa UNM