Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon PNS dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/9/2021). Foto: Ist.

PROFESI-UNM.COM – Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud-Ristek) mengumumkan 173.329 peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kategori guru dinyatakan lolos tahap 1 tahun 2021. Hal ini disampaikan Mendikbudristek, Nadiem Makarim dalam YouTube Kemendikbud RI, Jumat (8/10).

Nadiem menjelaskan sebanyak 322.665 formasi dilamar guru honorer di seleksi tahap pertama ini. Dari jumlah itu, 173.329 orang (64 persen) dinyatakan lolos seleksi dan akan diangkat menjadi guru PPPK.

“Saya ingin mengucapkan selamat pada 173.329 guru honorer yang diangkat menjadi PPPK. Ini adalah angka yang terbesar, dan ini adalah hari historis bagi kita semua,” jelasnya.

Ia juga mengatakan peserta yang tidak lolos tahap pertama seleksi PPPK agar tidak menyerah. Hal itu disebabkan mereka bisa kembali mengikuti seleksi tahap kedua dan ketida yang akan dilaksanakan pada tahun ini juga.

“Bagi yang tidak lolos jangan khawatir karena bisa mengambil tesnya lagi di tahun ini, bisa juga untuk tahun depan, jadinya setiap guru honorer diberikan 3 kesempatan untuk mengambil tes seleksi,” katanya.

Sebelumnya pengumuman hasil seleksi PPPK ini dapat diakses melalui laman gurupppk.kemdikbud.go.id/hasil_tahap_1/ sejak hari Jumat kemarin.

Setelah pengumuman ini molor dari rencana awal yaitu 24 September menjadi 8 Oktober, hal ini diakibatkan kebijakan afirmasi yang menuai kritik dari guru dan masyarakat.

Imbas dari kritik itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menghapus passing grade seleksi Kompetensi Teknis khusus peserta seleksi PPPK guru usia 50 tahun. (*)

*Reporter: Fikri Rahmat Utama