Buku "Pengantar Bisnis" karya Dr. Francis Tantri, (Foto: Nur Qodriah Syafitri).

PROFESI-UNM.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) membagi lapangan usaha di Indonesia menjadi 9 kelompok yaitu:

  1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (Agriculture, Livestock, Forestry, and Fishery)
  2. Pertambangan dan Penggalian (Mining and Quarrying)
  3. Industri Pengolahan (Manufacturing Industries)
  4. Listrik, Gas, dan Air Minum (Electricity, Gas, and Water Supply)
  5. Bangunan atau kontruksi (Construction)
  6. Perdagangan, Hotel dan Restoran (Trade, Hotel and Restaurants)
  7. Pengangkutan dan Komunikasi (Transportation and Communications)
  8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan (Finance, Ownership and Business Service)
  9. Jasa-jasa (Services)

Jumlah nilai keseluruhan dari sembilan lapangan usaha tersebut merupakan total GNP atau GDP dari suatu negara. Kriteria pengelompokan oleh BPS ini bersifat agregatif (keseluruhan kelompok industri) makro (tidak mencantumkan data dan nama Setiap perusahaan). Data BPS tersebut merupakan informasi penting bagi perencanaan atau pengambilan keputusan oleh lembaga-lembaga negara perusahaan-perusahaan dan organisasi-organisasi lain baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tulisan ini dikutip dari buku “Pengantar Bisnis” Oleh Dr. Francis Tantri halaman 15-16. Diterbitkan PT Rajagrafindo Persada tahun 2019. (*)

*Reporter: Nur Qodriah Syafitri /Editor: Mustika Fitri