Ilustrasi kontrol diri. Foto: Int

PROFESI-UNM.COM – Secara umum, kontrol diri dibedakan atas tiga kategori utama (Averill, 1973), yaitu mengontrol perilaku (behavioral control), mengontrol kognitif (cognitive control), dan mengontrol keputusan (decision control).

  1. Mengontrol perilaku behavioral control. Mengontrol perilaku merupakan kemampuan untuk memodifikasi suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kemampuan mengontrol perilaku dibedakan atas dua komponen, yaitu:
    a. Kemampuan mengatur pelaksanaan (regulated administration), yaitu menentukan siapa yang mengendalikan situasi atau keadaan, dirinya sendiri atau orang lain atau sesuatu di luar dirinya. Individu dengan kemampuan mengontrol diri yang baik akan mampu mengatur perilaku dengan menggunakan kemampuan dirinya.
    b. Kemampuan mengatur stimulus (stimulus modifiability), merupakan kemampuan untuk mengetahui bagaimana dan kapan suatu stimulus yang tidak dikehendaki dihadapi. Ada beberapa cara yang dapat digunakan, yaitu mencegah atau menjauhi stimulus, menghentikan stimulus sebelum waktunya berakhir, dan membatasi intensitasnya.
  2. Mengontrol kognitif (cognitive control) Mengontrol kognitif merupakan cara seseorang dalam menafsirkan, menilai, atau menggabungkan suatu kejadian dalam suatu kerangka kognitif. Mengontrol kognisi merupakan kemampuan dalam mengolah informasi yang tidak diinginkan untuk mengurangi tekanan. Mengontrol kognitif dibedakan atas dua komponen, yaitu:

a. Kemampuan untuk memperoleh informasi, information again Informasi yang dimiliki individu mengenai suatu keadaan akan membuat individu mampu mengantisipasi keadaan melalui berbagai pertimbangan objektif.
b. Kemampaun melakukan penilaian (apraisal). Penilaian yang dilakukan individu merupakan usaha untuk menilai dan menafsirkan suatu keadaan dengan memerhatikan segi-segi positif secara subjektif.

  1. Mengontrol keputusan (decision control)
    Mengontrol keputusan merupakan kemampuan individu untuk memilih dan menentukan tujuan yang diinginkan. Kemampuan mengontrol keputusan akan berfungsi baik bilamana individu memiliki
    kesempatan, kebebasan, dan berbagai alternatif dalam melakukan suatu tindakan.

Mengacu pada aspek-aspek kontrol diri, sebagaimana dikemukakan oleh Averil (1973), dapat disimpulkan bahwa kemampuan kontrol diri mencakup: (a) kemampuan mengontrol perilaku, (b) kemampuan mengontrol stimulus, (c) kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian, (d) kemampuan menafsirkan peristiwa atau kejadian, dan (e) kemampuan mengambil keputusan.

Tulisan ini dikutip dari buku Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif pada halaman 110-111 yang ditulis oleh Prof. DR. Syamsul Bachri Thalib, M.Si. diterbitkan oleh Kencana. (*)

*Reporter: Sri Bulan /Editor: Murni