Ramah Tamah HMPS Pend. Ekonomi Baksos di Desa Bontodaeng (Foto:Ist)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Bakti Sosial (Baksos) ke-VIII tepatnya di Kab. Bantaeng, Kec. Uluere, desa Bontodaeng, dusun Tamaona.

Pada kegiatan baksos kali ini juga berkolaborasi dengan HMPS Pendidikan Ekonomi Kelas Pare – Pare FE UNM yang berlangsung selama 10 hari mulai tanggal 25 September hingga 4 Oktober.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam kegiatan ini, peserta bakti sosial melakukan sosialisasi program kerja pada Senin lalu, berbasis kebutuhan bersama masyarakat setempat yang dilandasi dengan hasil observasi kepada masyarakat desa Bontodaeng pada tanggal Minggu, 26 September.

“Salah satu fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, membangun rasa kepedulian sosial kepada masyarakat, menjalin hubungan dan mempererat solidaritas antar seluruh peserta baksos dan warga,” ucap Ardiorhiza, ketua panitia HMPS Pendidikan Ekonomi kelas Pare-Pare tersebut.

Ia juga mengatakan ada beberapa program kerja yang dilaksanakan di tempat baksos kali ini, hal tersebut merupakan suatu bentuk upaya perwujudan pengabdian kepada masyarakat Desa Bontodaeng.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini,” ucap Nur Fadiah, ketua panitia HMPS Pendidikan Ekonomi FE UNM pada malam puncak ramah tamah Minggu, (3/10).

Disisi lain, Keplaa Desa Bontodaeng, Nawir turut mengucapkan terima kasih kepada peserta bakti sosial yang telah membantu masyarakat Desa Bontodaeng, dan berharap agar para peserta untuk melalukan kunjungan sesekali ke Desa Bontodaeng.

“saya siap menerima kunjungan kalian kembali,” ucapnya pada malam puncak ramah tamah.

Adapun program kerja yang dilaksanakan yakni:

  1. pembuatan 5 papan nama dusun (Tamaona, Borontangnga, Lapparaka, Lembang-lembang & Bongayya).
  2. Pembuatan pembatas jalan, penanda rumah kepala dusun, pembuatan papan nama masjid dan pembersihan masjid di masing-masing 5 dusun.
  3. Pembuatan Balla Cara’de dan rak buku mini diselingi dengan kegiatan pembelajaran alternatif bagi anak desa setempat yang dilaksanakan pada sore hari.
  4. Kegiatan mengajar di SD Inpres Paranga, SD Inpres Tamaona dan SMP Uluere.
  5. Pelaksanaan lomba ( sepak bola mini, takraw, kultum, adzan & Cerdas Cermat).
  6. Penyuluhan UMKM & Koperasi
  7. Penanaman bibit kopi bekerja sama dengan UPTD Balai Benih Hortikultura dan Perkebunan Loka.
  8. Pembagian bibit ( kayu suren, tristania, kemiri, daun salam dan kayu afrika) bekerja sama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah II dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa SMP Uluere. (*)

*Reporter: Aliefiah Maghfirah Rahman/Editor: Mustika Fitri