Pentas Aksara FIP UNM, (Foto: Ost).

PROFESI-UNM.COM – Perhelatan pentas karya Aksara Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar mengangkat budaya masyarakat Kabupaten Barru tepatnya di Desa Bulo-Bulo yaitu Ri Dentong.

Pada pementasan kali ini, ditampilkan berbagai macam karya mulai dari tari maddoja bine dan tari appapole hingga teater yang berkisah tentang masyarakat Barru yakni To Balo.

Dekan FIP UNM, Abdul Saman mengapresiasi pementasan Aksara FIP UNM hingga terselenggara sebagai bukti kecintaan terhadap seni. Ia mengatakan dahulu pernah membuka pentas Aksara FIP dan menyadari bahwa selalu ada inovasi dalam penampilan tiap tahunnya.

“Selalu ada perubahan, inovasi dan kreativitas,” ujar Saman dalam sambutannya di lapangan FIP UNM, Senin (4/10).

Lebih lanjut, Abdul Saman juga menuturkan rasa terima kasih kepada para panitia pelaksana karena telah membanggakan fakultas dengan perhelatan pentas.

“Tetap jaga nama baik fakultas, dan terimakasih telah mengangkat harkat dan martabat FIP,” ujarnya.

Salah seorang penonton pentas, Novita mengaku sangat kagum dengan pementasan dari salah satu UKM di FIP itu. Kata Novi dengan mengangkat budaya sebagai tema pementasan akan melestarikan budaya tersebut.

“Seru, karena mengangkat budaya lokal jadi mahasiswa bisa tahu juga tentang itu, apalagi dikemas dalam bentuk pentas jadi tidak bosan,” ujarnya.

Mahasiswa Bimbingan Konseling itu juga berharap pementasan semacam ini selalu digelar tiap tahunnya karena sangat menarik untuk disaksikan.

“Konsepnya keren, semoga tiap tahun selalu ada karena seru sekali,” dalih Novi. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani